Pangan Ramadan : Harga Stabil, Masyarakat Tenang

  • 19 Feb 2026 21:33 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Prof. Dr. Fitri Ramadan M.Si (Guru Besar Ilmu/ Kepakaran Ekonomi Perencanaan Wilayah dan Pembangunan Daerah UNIMED) mengatakan kepada rri.co.id ada beberapa hal yang menjadi fokus terkait stabilitas harga pangan diantaranya memantau dan mengendalikan harga komoditas pangan pokok seperti bawang putih, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, daging ayam, dan daging sapi agar tetap stabil dan sesuai dengan aturan pemerintah. Hal ini dikatakan Prof. Fitri dalam acara Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 FM 94.3 MHz, Kamis ( 19/2/2026 ) pagi.

Lebih lanjut Prof. Fitri mengatakan bahwa untuk mengevaluasi rantai distribusi, menangkal spekulasi, serta memperbaiki infrastruktur terkait pangan, itu yang harus segera dilakukan. Menjaga ketersediaan stok komoditas pangan agar cukup untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan hari raya yang akan datang.

“ Membangun sinergi antara berbagai pihak seperti Satgas Pangan Polri, Polda Sumut, Pemprov Sumut, dan Bulog untuk mencapai stabilitas harga pangan. Selain itu banyak hal yang mempengaruhi terjadinya harga pangan naik, “ ujar Prof. Fitri

Sedangkan Yosi Sukmono Plh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM ) Sumut yang juga menjadi narasumber Aspirasi Sumut memberikan penjelasan mengenai ketersediaan stok komoditas pangan pokok seperti beras, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, dan cabai umumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Misalnya, data BPS pernah mencatat stok beras Sumut mencapai 26.699 ton, daging ayam 35.630 ton, dan telur ayam sebanyak 73 juta kg.

“ Faktor penyebab kenaikan harga biasa masalah utama bukan pada pasokan, melainkan jalur distribusi yang panjang dan tidak efisien, spekulasi, serta infrastruktur yang perlu diperbaiki. Pemerintah Provinsi Sumut melalui berbagai rapat dan koordinasi mendorong optimalisasi kerja sama antardaerah, penguatan kelembagaan dan BUMD pangan sebagai agregator, pelaksanaan pasar murah secara masif, pemanfaatan fasilitasi distribusi pangan, pemberian subsidi ongkos distribusi, serta sidak pasar untuk mengendalikan harga. Selain itu, juga dipersiapkan program mudik gratis untuk menekan inflasi akibat sektor transportasi, “ jelas Yosi.

Aan Wilyana (Statisis Ahli Madya BPS POV Sumut dan Ketua Tim Statistik Harga) hadir juga sebagai narasumber Aspirasi Sumut memberikan keterangan tentang pemerintah memastikan harga pangan relatif stabil menjelang Ramadan 1447 H. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa harga kebutuhan pokok masih terkendali, meskipun beberapa komoditas mengalami sedikit kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Harga daging sapi dan bawang putih masih aman, dengan harga rata-rata nasional daging sapi Rp133.618 per kilogram dan bawang putih Rp36.875 per kilogram, masih di bawah HET. Namun, harga Minyakita dan telur ayam ras mengalami kenaikan tipis.

Diakhir dialog ketiga narasumber memberikan kesimpulan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah menjaga stok pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah menggelar operasi pasar untuk menjual pangan dengan harga yang lebih murah kepada masyarakat, dan juga Pemerintah memberikan subsidi kepada petani atau konsumen untuk meringankan beban biaya produksi atau konsumsi pangan. Dengan upaya tersebut, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga pangan . ( Red : Asyifah )

Rekomendasi Berita