Rektor UIN Mataram Ajak Civitas Akademika Kirim Doa untuk Almarhum Try Sutrisno

  • 03 Mar 2026 10:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., mengajak seluruh civitas akademika untuk mengirimkan doa dan menghadiahkan pahala Surah Al-Fatihah bagi almarhum Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, yang wafat pada 2 Maret 2026 di Jakarta.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan empati atas wafatnya salah satu tokoh nasional yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap bangsa dan negara. Rektor menegaskan bahwa doa merupakan ikhtiar spiritual yang mencerminkan nilai luhur masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi akademik Islam yang menjunjung tinggi penghormatan kepada para pendahulu dan pemimpin bangsa.

“Sivitas akademika diimbau meluangkan waktu, baik secara pribadi maupun kolektif di tingkat fakultas dan unit kerja, untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Rektor, Selasa, 3 Maret 2026.

Sebagai bagian dari penghormatan nasional, kampus turut mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama masa Hari Berkabung Nasional. Selain itu, kegiatan doa bersama digelar di lingkungan kampus sebagai simbol solidaritas moral dan spiritual keluarga besar UIN Mataram.

Rektor menegaskan bahwa penghormatan tersebut tidak sebatas seremonial, melainkan wujud kesadaran historis atas peran almarhum dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat fondasi pertahanan negara.

Semasa hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer dan negarawan yang disiplin, tegas, serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jejak pengabdiannya dinilai menjadi teladan mengenai pentingnya integritas, loyalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah publik.

Lebih lanjut, Rektor berharap momentum duka nasional ini dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menumbuhkan semangat pengabdian dan cinta tanah air. Nilai keteladanan yang diwariskan almarhum diharapkan terus hidup dalam praktik keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian sosial di lingkungan kampus.

Melalui doa dan penghormatan yang khidmat, UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk hadir dalam setiap momentum kebangsaan, menjaga memori kolektif bangsa, serta meneruskan semangat pengabdian para putra terbaik Indonesia.

Rekomendasi Berita