Ratusan Rumah Warga hingga Ruas Jalan Terendam Banjir di Bima
- 13 Mar 2026 07:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bima mengakibatkan banjir pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibatnya, ratusan rumah warga, lahan pertanian hingga beberapa ruas jalan terendam air bercampur lumpur dan batu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Palibelo dan Kecamatan Wera.
Kepala BPBD Kabupaten Bima melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurul Huda, mengatakan banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak sore hingga malam hari sehingga menyebabkan debit air dari kawasan pegunungan meningkat.
“Debit air dari gunung cukup besar sehingga drainase tidak mampu menampung aliran air dan akhirnya meluap ke permukiman warga, lahan pertanian serta jalan raya,” ujarnya.
Di Kecamatan Palibelo, banjir terjadi di Desa Nata sekitar pukul 18.40 Wita. Air setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam sedikitnya 140 rumah warga yang dihuni 140 kepala keluarga atau sekitar 495 jiwa yang tersebar di enam RT.
Selain rumah warga, genangan air juga sempat merendam lapangan umum desa. Saat ini air telah surut dan warga bersama aparat setempat melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.
Sementara di Desa Ntonggu, banjir setinggi 20 hingga 50 sentimeter menggenangi ruas jalan di perbatasan Desa Ntonggu dan Desa Teke sepanjang sekitar 100 meter. Kondisi tersebut sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas karena jalan tertutup air bercampur lumpur.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Wera yang melanda beberapa desa seperti Desa Ntoke, Desa Bala dan Desa Tawali. Di Desa Ntoke, banjir setinggi 20 hingga 50 sentimeter menutup ruas jalan desa sepanjang sekitar 150 meter. Air bercampur lumpur dan batu sempat menghambat arus kendaraan yang melintas di wilayah tersebut.
Sementara di Desa Bala, banjir dengan ketinggian 20 hingga 70 sentimeter merendam 25 rumah warga yang dihuni 25 kepala keluarga atau sekitar 92 jiwa. Genangan juga sempat merendam satu fasilitas ibadah yakni Masjid Al Ikhlas di Dusun Radu serta jalan lingkungan permukiman. Di Desa Tawali, luapan air sungai dan drainase menggenangi ruas jalan lintas Wera–Bima sepanjang sekitar 85 meter sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.
Menurut Nurul Huda, banjir di sejumlah wilayah tersebut kini telah berangsur surut. Warga bersama aparat desa melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, terutama pada lahan pertanian dan infrastruktur,” katanya.
BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang maupun tanah longsor.