Gunung Tambora Status Level Waspada

  • 10 Mar 2026 23:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Gunung api Tambora secara administratif berada di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik. Peningkatan aktivitas ini terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah kejadian kegempaan yang berasosiasi dengan proses pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh gunung api.

Berdasarkan data pemantauan kegempaan, pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 267 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda menyampaikan bahwa informasi resmi itu dikeluarkan langsung oleh Badan Geologi Kementerian Kementerian ESDM.

Dalam keterangannya, pada bulan Februari 2026 jumlah kejadianGempa Vulkanik Dalam meningkat cukup signifikan menjadi 453 kejadian. Peningkatan jumlah gempa Vulkanik Dalam ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida

magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal fi bawah Gunung Tambora.

"Data kegempaan pada periode 1–9 Maret 2026 juga menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intensif," ujar Nurul Huda, Rabu 11 Maret 2026 pagi.

Dia menambahkan, selama periode tersebut tercatat 9 kejadian Gempa Guguran, 88 kejadian Gempa Vulkanik Dalam, 40 kejadian Gempa Tektonik Lokal, serta 24 Kejadian gempa Tektonik Jauh.

Dominasi Gempa Vulkanik Dalam menunjukkan bahwa proses dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung dan

berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode selanjutnya.

"Secara visual, kondisi puncak gunung api umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan," tambahnya.

Selain itu, ia menjelaskan jondisi cuaca di sekitar gunungapi bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan arah angin bertiup lemah hingga kencang menuju berbagai arah, yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara di sekitar gunungapi berkisar antara 23–33°C.

"Berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental, khususnya data kegempaan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam," bebernya.

"Maka tingkat aktivitas Gunung Tambora dinaikkan dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada) terhitung mulai tanggal 10 Maret 2026 pukul 10.00 WITA," ucapnya menegaskan.

Rekomendasi Berita