Harga Minyak Sentuh 100 Dolar, Pasar Saham Global Melemah

  • 13 Mar 2026 00:40 WIB
  •  Manado

RRI.co.id, Manado - Pasar keuangan global terguncang setelah harga minyak dunia melonjak mendekati 100 dolar AS per barel, menyusul serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk serta meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dilaporkan kantor berita Reuters, Kamis, 12 Maret 2026, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global dan menekan kinerja bursa saham di berbagai negara.

Kontrak minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 10,4 persen ke level 101,59 dolar AS per barel sebelum kembali turun tipis mendekati 100 dolar AS. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat tercatat naik sekitar 8,7 persen menjadi 94,85 dolar AS per barel.

Kenaikan harga energi tersebut terjadi setelah serangan terhadap kapal tanker bahan bakar di perairan Irak serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah memperingatkan bahwa negaranya akan membalas serangan terhadap warganya, mempertahankan penutupan Selat Hormuz, dan berpotensi menyerang pangkalan militer Amerika Serikat.

Situasi ini membuat pasar saham global terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing turun sekitar 1,2 persen, sementara Nasdaq Composite melemah 1,4 persen.

Di Eropa, indeks saham STOXX Europe 600 turun 0,66 persen, sedangkan indeks global MSCI All‑World Index merosot sekitar 1,2 persen.

Analis kebijakan Amerika Serikat di Morgan Stanley Wealth Management, Monica Guerra, menyebut volatilitas pasar saham akibat faktor geopolitik biasanya bersifat sementara. Namun, jika harga minyak bertahan tinggi, kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve bisa menjadi lebih rumit dan bertahan tinggi lebih lama.

Ketegangan geopolitik juga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen Amerika Serikat naik 0,3 persen pada Februari, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2 persen pada Januari.

Di pasar valuta asing, investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman. Nilai tukar euro melemah sekitar 0,4 persen menjadi 1,1520 dolar AS, sementara dolar menguat terhadap yen Jepang di kisaran 159,21 yen.

Rekomendasi Berita