Makna Labu dan Warna Hitam Oranye Saat Halloween

  • 30 Okt 2025 11:30 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Dunia merayakan Hari Halloween setiap tanggal 31 Oktober. Perayaan ini konon sudah ada sejak berabad-abad lalu. Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa perayaan Halloween identik dengan labu, kostum, dan dominasi warna hitam-oranye?

Mengutip National Geographic, labu, kostum unik, dan warna hitam-oranye dalam perayaan Halloween masing-masing memiliki makna simbolis yang berasal dari tradisi lama dan berkembang hingga kini.

Labu, khususnya yang diukir menjadi Jack-o' -lantern, berasal dari legenda Irlandia tentang Stingy Jack, seorang pria yang menipu iblis dan akhirnya dikutuk untuk berkeliaran di bumi hanya dengan lentera dari lobak berisi bara api. Saat tradisi ini dibawa ke Amerika, lobak diganti dengan labu karena lebih besar dan mudah diukir. Labu berwajah menyeramkan dengan lilin di dalamnya berfungsi untuk menolak roh jahat dan juga menjadi simbol cahaya di tengah kegelapan malam Halloween.

Kostum Halloween berakar dari festival Keltik kuno bernama Samhain, ketika orang percaya bahwa roh orang mati kembali ke bumi. Untuk menyamar agar tidak dikenali roh, orang mengenakan pakaian aneh atau menyeramkan.

Kini, pemakaian kostum tidak hanya untuk menakuti roh, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi diri dan hiburan, dengan berbagai tema mulai dari menyeramkan hingga lucu atau karakter budaya populer.

Warna hitam dan oranye yang selalu mendominasi Halloween juga penuh makna. Oranye melambangkan musim panen dan kehidupan, karena warna ini identik dengan daun musim gugur dan buah labu. Sementara hitam melambangkan malam, kematian, dan misteri, mengingatkan pada sisi spiritual Halloween yang berhubungan dengan dunia arwah. Kombinasi keduanya mencerminkan pertemuan antara kehidupan dan kematian, terang dan gelap, yang menjadi inti makna perayaan Halloween itu sendiri.

Rekomendasi Berita