DKP Sulbar : Pengembangan UPTD BBIP Poniang Masuk Program Prioritas Tahun 2027

  • 13 Mar 2026 20:40 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menargetkan penguatan peran UPTD BBIP Poniang Kabupaten Polewali Mandar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DKP Sulbar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang, Kabupaten Majene, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam arahannya, Safaruddin menegaskan bahwa UPTD BBIP Poniang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor perikanan di Sulawesi Barat. Ia menilai balai tersebut berpotensi menjadi role model sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DKP Sulbar apabila dikelola secara optimal dan inovatif.

Menurutnya, keberadaan balai benih ikan tersebut juga dapat menjadi solusi alternatif dalam upaya pengendalian inflasi, terutama melalui peningkatan produksi benih dan penguatan sektor budidaya perikanan yang berdampak pada stabilitas harga komoditas ikan di masyarakat.

“UPTD BBIP Poniang harus mampu menjadi pusat pengembangan perikanan yang produktif, inovatif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan potensi yang ada, balai ini bisa menjadi contoh pengelolaan yang mampu meningkatkan PAD sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Safaruddin.

Ia juga menegaskan bahwa UPTD BBIP Poniang akan menjadi salah satu program prioritas DKP Sulbar pada tahun 2027. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah membentuk tim percepatan internal DKP Sulbar yang bertugas memaksimalkan proses pengajuan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sekaligus melakukan inventarisasi data potensi unggulan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat.

Selain itu, Safaruddin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan kosong yang berada di kawasan balai. Menurutnya, lahan tersebut perlu dikembangkan menjadi lahan produktif agar dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Lahan kosong di kawasan balai sebaiknya dimanfaatkan menjadi area budidaya yang produktif. Dengan begitu, selain mendukung produksi perikanan, keberadaannya juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar balai,” jelasnya.

Safaruddin berharap, melalui penguatan fungsi dan pengelolaan yang lebih optimal, UPTD BBIP Poniang dapat menjadi pusat pengembangan perikanan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita