Jelang Idul Fitri, Pemkab Mamuju Gelar Gerakan Pangan Murah
- 13 Mar 2026 10:04 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju pada Jumat 13 Maret sampai dengan Senin 16 Maret 2026.
Penanggung Jawab Gerakan Pangan Murah Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju, Ramadhana, dalam wawancaranya bersama Reporter RRI Mamuju, disela kegiatan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari raya Idul Fitri.
"Terkait GPM pada hari ini kami laksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami mau laksanakan ini selama 4 hari, mulai 13 Maret sampai 16 Maret 2026," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran melalui subsidi dari Pemerintah Kabupaten Mamuju, termasuk subsidi tambahan dari Bupati Mamuju.
"Untuk harga-harga yang kami jual di sini seperti beras premium kami subsidi. Di pasar itu harga Rp155.000 untuk 10 kilonya, sedangkan kami jual di sini Rp148.000. Telur juga kami subsidi, tadi Ibu Bupati juga sempat subsidi untuk telur. Di pasar itu harganya Rp62.000, kami jual di sini Rp50.000. Beras SPHP di pasar Rp62.000, kami jual di sini Rp55.000," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju juga melibatkan berbagai pihak untuk menyediakan kebutuhan masyarakat lainnya, seperti LPG dan komoditas penunjang hari raya dari pelaku usaha.
"Kami juga berkolaborasi dengan Pertamina untuk menyediakan gas, ada juga dari Hypermart, terus pelaku-pelaku usaha juga kami panggil ke sini untuk bergabung. Untuk gas 5,5 kg di pasaran Rp115.000, di sini dijual Rp85.000. Kalau gas yang 3 kilo itu Rp18.500," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Disketapang Mamuju berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen.