Gubernur Sulbar Targetkan Masuk Tiga Besar Stunting Terendah

  • 12 Mar 2026 13:38 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menargetkan Provinsi Sulawesi Barat dapat masuk ke dalam tiga besar daerah dengan angka stunting terendah secara nasional pada tahun 2028.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang diselenggarakan oleh BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat di Grand Maleo Hotel, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka menekankan pentingnya mempersiapkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, momen tersebut dapat menjadi langkah Indonesia menuju negara yang maju.

"Bonus demokrasi adalah peluang bagi kita semua untuk bisa Indonesia melangkah menjadi negara maju, dari developing country menjadi negara maju. Olehnya itulah maka bonus demokrasi ini harus kita siapkan benar. Kita masih punya waktu sekitar 19 tahun, dari sekarang ke 2045," ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Barat. Saat ini Sulawesi Barat masih berada pada peringkat tiga tertinggi angka stunting di Indonesia. Suhardi Duka menegaskan pemerintah daerah terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan melalui pemerintah kabupaten hingga instansi terkait.

"Persoalan kita di Sulawesi Barat ini pertama adalah stunting. Kita medali perunggu stunting. Tapi yakinlah bahwa kita sudah mulai kerja sekarang. Stunting ini kita sudah mulai tangani, bupati sudah membuat program masing-masing, kita di provinsi juga sudah membuat program, BKKBN ada di dalamnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Suhardi Duka menegaskan, penanganan stunting memang tidak dapat diselesaikan secara instan. Namun dengan program yang telah disusun oleh pemerintah daerah, ia optimistis target penurunan stunting dapat tercapai dengan target pada tahun 2028 Sulawesi Barat dapat masuk dalam tiga besar dengan angka stunting terendah secara nasional.

"Memang tidak bisa dalam satu malam selesai. Tapi peta jalannya kita sudah temukan dan kita sementara menuju ke sana. Yakin 2028 kita berada mungkin terbalik dari ranking tiga paling bawah bisa menjadi ranking tiga paling atas," tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berupaya untuk terus memperkuat sinergi dalam menurunkan angka stunting demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita