FKPT dan PPA Sulbar Ingatkan Bahaya IRET pada Anak di Era Gadget
- 12 Mar 2026 12:19 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang dapat masuk melalui berbagai konten digital, terutama melalui penggunaan gadget dan hiburan daring.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak FKPT Sulawesi Barat, Imelda Adiyanti, mengatakan anak-anak menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai paham negatif karena konten digital kini mudah diakses melalui perangkat yang digunakan sehari-hari.
Menurutnya, berbagai konten yang tidak ramah anak kerap menyusup melalui media hiburan yang populer di kalangan anak, seperti game online maupun media sosial.
“Intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan juga terorisme itu ada di situ. Maka anak-anak ini memang perlu dijaga, karena konten-konten negatif hari ini bisa menyusup melalui wahana hiburan anak-anak,” kata Imelda saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menambahkan, peran negara, keluarga, sekolah, serta lingkungan sekitar sangat penting dalam menjaga generasi muda agar tidak terpengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan keberagaman.
Imelda menilai, perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama karena generasi muda merupakan penerus bangsa di masa depan.
“Negara harus hadir untuk melindungi anak-anak. Peran sekolah, peran orang tua, dan lingkungan sekitar juga harus tetap hadir. Menjaga generasi itu perlu dilakukan, apalagi IRET ini cukup berbahaya karena mengajarkan intoleransi atau tidak mau menerima keberagaman,” ujarnya.
Sementara itu, JF Arsiparis Ahli Muda sekaligus Koordinator Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Barat, Yurlin Tamba, menambahkan penggunaan gadget sejak usia dini juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan perkembangan anak.
Selain itu, anak-anak juga berisiko mengakses konten digital yang tidak sesuai dengan usia mereka jika penggunaan gadget tidak diawasi dengan baik.
“Penggunaan gadget sejak dini bagi anak-anak, selain dari dampak kesehatan, juga tentu akan merugikan dalam tumbuh kembang anak itu sendiri, terutama jika mereka mengakses konten yang tidak ramah anak,” kata Yurlin.
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan melalui program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak usia sekolah.
Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan gadget secara bijak serta meminimalisir dampak negatif dari teknologi digital.
“Upaya preventif yang kami lakukan di antaranya melalui sosialisasi, informasi, dan edukasi kepada semua pihak, termasuk anak-anak usia sekolah, agar penggunaan gadget dapat diminimalisir dan lebih terkontrol,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, diharapkan anak-anak di Sulawesi Barat dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta terlindungi dari pengaruh paham ekstrem yang dapat mengancam masa depan generasi muda.