Profiling ASN, Langkah BKN Mamuju Perkuat Database Kompetensi

  • 18 Nov 2025 10:59 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mamuju menggelar kegiatan profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pro-ASN . Kegiatan ini berlangsung di kantor BKN Mamuju dari tanggal 10 November – 20 November yang bertujuan untuk memperoleh database potensi dan kompetensi ASN, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPT BKN Mamuju, Sahman, dalam wawancara di kantornya pada Selasa (17/12/2024).

Ia menjelaskan, untuk wilayah UPT Mamuju, kegiatan ini mencakup tiga instansi, yaitu Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan jumlah 458 orang, Kabupaten Mamuju sebanyak 426, dan Kabupaten Mamuju Tengah 244. Sedangkan untuk Mamasa, Polman dan Mejene akan dilaksanakan di daerah masing-masing.

"Untuk instansi lainnya seperti Mamasa, Polewali Mandar, dan Majene akan dilaksanakan di daerah masing-masing. Sementara untuk Kabupaten Pasangkayu, penanganannya bergabung dengan UPT BKN Palu," jelas Sahman.

Berbeda dengan instansi vertikal yang penanganannya dari pusat, program Pro-ASN ini difokuskan pada pemerintah provinisi dan pemerintah daerah. Sahman menyebutkan, pelaksanaan profiling di Sulawesi Barat relatif singkat.

"Di Sulawesi Barat hanya sampai minggu ini, tanggal 20 Desember. Karena instansi daerahnya hanya delapan. Dibandingkan provinsi lain yang bisa mencapai delapan belas instansi, pelaksanaannya bisa sampai lewat Desember hingga Januari," ujarnya.

Profiling ASN atau Pro-ASN yang di gelar di kantor BKN Mamuju, Selasa 18/11/2025

Sahman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif BKN sebagai implementasi program pemerintah pusat yang juga merupakan asta cita presiden, yaitu sistem merit dalam kebijakan ASN. Program ini juga menggantikan sistem konvensional seperti Data Urutan Kepangkatan (Dukan).

"Ini adalah implementasi sistem merit menggunakan teknologi, salah satunya melalui Computer Assisted Test (CAT) untuk ASN. Target tahun 2025 harus kita kejar, makanya harus diselesaikan pada tahun ini," paparnya.

Lebih lanjut Sahman berharap kegiatan ini dapat membangun database ASN yang lengkap serta data potensi dan kompetensi sesuai kuota masing-masing ASN yang ada di Sulawesi Barat.

"Harapan saya, semua ASN di Sulawesi Barat nantinya mempunyai data potensi dan kompetensi. Namun, itu memerlukan waktu panjang karena terkait dengan ketersediaan biaya dan fasilitas pendukung," tutup Sahman.

Reporter : Marhadi Umar

Rekomendasi Berita