Gadis Majene Meninggal Tenggak Racun Diduga akibat Asmara

  • 21 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Majene – Seorang remaja perempuan, Siti Nurhalisa (21), ditemukan meninggal dunia di kediamannya, Lingkungan Lipu, Majene, Jumat (20/2).

Remaja perempuan tersebut ditemukan tak bernyawa di dalam kamarnya setelah diduga mengonsumsi racun tikus merek Alufos yang dicampur ke dalam minuman es boba.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Nurafifah (26), sekitar pukul 18.10 Wita. Awalnya, saksi hendak mengajak korban berbuka puasa, namun karena tidak ada respons, saksi terpaksa membuka paksa pintu kamar dan menemukan korban sudah dalam kondisi kaku.

Berdasarkan keterangan Nurafifah kepada petugas, korban diduga mengakhiri hidup dengan meminum racun tikus merek Alufos yang sebelumnya dipesan secara online. Diduga, racun tersebut dicampurkan ke dalam minuman es boba yang dikonsumsi korban.

"Korban kerap merasa bersalah dan tertekan akibat kematian pacarnya yang sebelumnya juga diduga melakukan bunuh diri di Kabupaten Polewali Mandar." Ucap saksi yangj keluarga korban 21 Februari 2026.

Saksi lain, Muhammad Syahrul (30), mengungkapkan bahwa korban sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan melukai urat nadi tangan kiri menggunakan pisau cutter. Saat itu, korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Banggae I, Kabupaten Majene.

Keterangan dari pihak keluarga juga menyebutkan bahwa korban kerap merasa bersalah dan tertekan akibat kematian pacarnya yang sebelumnya juga diduga melakukan bunuh diri di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Kondisi psikologis tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakan korban.

Meski demikian, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah di RSUD Majene. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga.

Pihak kepolisian menyatakan tetap menghormati keputusan keluarga, namun seluruh rangkaian kejadian telah dicatat dan ditangani sesuai prosedur.

Polres Majene juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

"Korban sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan melukai urat nadi tangan kiri menggunakan pisau cutter." — Muhammad Syahrul

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita