Cahaya Tradisi di Galung: Menjemput Ramadan
- 17 Feb 2026 12:03 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Senin malam (16/02/2026), langit di Lingkungan Galung, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju tidak hanya dihiasi bintang.
Aliran cahaya kuning kemerahan merayap perlahan membelah kegelapan jalan poros.
Ratusan obor bambu yang pegang warga menciptakan pemandangan puitis sebuah penanda bahwa bulan yang paling dirindukan, Ramadan 1447 Hijriah, telah berada di ambang pintu.
Tepat pukul 20:30 WITA, suasana khidmat pecah menjadi kemeriahan yang tertata. Gema salawat dan takbir bersahutan, mengiringi langkah kaki para peserta yang datang dari berbagai generasi.
Tidak ada sekat usia malam itudari anak-anak yang tertawa kecil membawa obor pendek, hingga orang tua yang melangkah mantap, semuanya tumpah ruah dalam kegembiraan kolektif.
Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi apik antara Ikatan Pemuda dan Remaja Masjid (IPRM) Besar Nurul Yaqin bersama Pengurus Pembangunan Masjid Besar Nurul Yaqin. O
Di balik asap tipis obor tradisional, terpancar semangat menjaga budaya yang mulai langka di era digital.
"Kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan melalui pawai obor ini," ujar Ilyas, Ketua IPRM Besar Nurul Yaqin. Bagi Ilyas dan rekan-rekannya, obor bukan sekadar simbol penerang jalan, melainkan simbol kehangatan silaturahmi yang harus tetap menyala.
Bagi masyarakat Galung, pawai ini adalah bentuk "jemput bola" terhadap keberkahan. Ilyas menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau tontonan warga belakang.
Kegembiraan dengan mengajak warga menyambut Ramadan dengan sukacita, bukan beban.
Persiapan Spiritual: Menjadi pengingat (alarm) bagi masyarakat untuk mulai menata niat ibadah.
Magnet Generasi Muda: Mengalihkan perhatian pemuda sejenak dari gawai menuju
kegiatan masjid yang positif.
"Tujuan utama kami adalah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbondong-bondong menyambut Ramadan dengan penuh sukacita," tambah Ilyas di sela-sela keriuhan peserta.
Seiring berakhirnya rute pawai, api obor mungkin mulai mengecil, namun harapan yang ditinggalkan justru membesar.
Melalui momentum ini, IPRM berharap ada perubahan perilaku spiritual di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda agar lebih giat memakmurkan masjid selama bulan suci nanti.
Malam itu, Lingkungan Galung membuktikan bahwa tradisi lokal seperti pawai obor masih menjadi perekat sosial yang paling ampuh.
Di bawah cahaya obor, mereka tidak hanya menerangi jalan poros Tapalang, tetapi juga menerangi hati untuk menyambut b