Ekonomi Malinau Stabil namun Belum Tumbuh Cepat

  • 03 Mar 2026 10:03 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau dalam tiga tahun terakhir terbilang stabil namun belum menunjukkan akselerasi signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023-2025 dalam publikasi Kabupaten Malinau Dalam Angka 2026, mencatat laju pertumbuhan berada di kisaran 3 hingga 4 persen.

Pada 2023, ekonomi tumbuh 4,22 persen. Angka tersebut melambat menjadi 3,55 persen pada 2024 dan relatif stagnan di 3,56 persen pada 2025.

Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku tercatat Rp18,68 triliun pada 2023. Nilai itu turun menjadi Rp18,08 triliun pada 2024 dan naik kembali menjadi Rp18,84 triliun pada 2025.

PDRB per kapita juga menunjukkan pola serupa. Tahun 2023 sebesar Rp218,44 juta, turun menjadi Rp209,06 juta pada 2024, lalu naik menjadi Rp215,36 juta pada 2025.

Dari sisi demografi, jumlah penduduk meningkat dari 85,07 ribu jiwa pada 2023 menjadi 87,58 ribu jiwa pada 2024. Pada 2025, jumlahnya kembali naik menjadi 88,93 ribu jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk sempat minus 0,32 persen pada 2023. Angka itu melonjak menjadi 2,95 persen pada 2024 dan melambat menjadi 1,54 persen pada 2025.

Kondisi ketenagakerjaan relatif terjaga. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tercatat 74,26 persen pada 2023, turun menjadi 73,23 persen pada 2024, lalu naik menjadi 76,52 persen pada 2025.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 3,19 persen pada 2023. Angka tersebut turun menjadi 3,10 persen pada 2024 dan naik tipis menjadi 3,42 persen pada 2025.

Jumlah penduduk miskin tercatat 5,95 ribu jiwa pada 2023. Angka itu meningkat menjadi 6,45 ribu jiwa pada 2024 dan turun menjadi 5,24 ribu jiwa pada 2025.

Persentase kemiskinan juga bergerak dari 6,54 persen pada 2023 menjadi 6,94 persen pada 2024. Pada 2025, angkanya turun cukup signifikan menjadi 5,56 persen.

Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan tren meningkat. IPM naik dari 74,00 pada 2023 menjadi 74,72 pada 2024 dan kembali naik menjadi 75,21 pada 2025.

Angka Melek Huruf usia 15 tahun ke atas berada di 95,48 persen pada 2023. Persentasenya turun menjadi 94,14 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 96,39 persen pada 2025.

Secara keseluruhan, indikator sosial menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Namun dari sisi pertumbuhan ekonomi, laju yang cenderung stagnan menandakan akselerasi pembangunan masih perlu didorong agar lebih kuat dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita