Akses Sulit, Perahu Nakes Terbalik di Sungai Bahau
- 07 Mar 2026 09:57 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Perahu ketinting yang membawa tenaga kesehatan (nakes) dari UPTD Puskesmas Long Alango terbalik di Sungai Bahau dalam perjalanan dari Desa Long Tebulo menuju Desa Long Uli, Kecamatan Bahau Hulu, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16:00 WITA.
Insiden terjadi di area giram Lutung, Desa Long Uli. Tiga orang penumpang yang terdiri dari dua tenaga kesehatan dan seorang motoris berhasil selamat dalam insiden tersebut setelah berenang ke tepian.
Kepala UPTD Puskesmas Long Alango, Elias Sarunan, mengatakan perahu karam setelah mesin ketinting bermesin satu PK yang ditumpangi tiba-tiba mati saat melintasi sungai dengan kondisi air sedang banjir dan arus cukup deras. “Mesinnya mati sehingga tidak bisa dikendalikan. Kebetulan air sungai sedang naik dan arusnya deras, jadi perahu akhirnya terbalik dan karam,” katanya saat dikonfirmasi RRI, Sabtu pagi, (7/3/2026) .
Ia menjelaskan tim nakes sebelumnya melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu di Desa Long Tebulo sebagai bagian dari program integrasi layanan primer di kawasan pedalaman.
“Di perahu itu ada dua tenaga kesehatan dan satu motoris, Puji Tuhan semuanya selamat, termasuk salah satu korban perempuan tidak bisa berenang, selamat karena menggunakan pelampung, hanya mungkin masih trauma saja,” ujarnya.
Sejumlah barang bawaan seperti mesin perahu, makanan, dan pakaian dilaporkan hilang terbawa arus sungai. Namun obat-obatan pelayanan kesehatan dipastikan aman karena berada di perahu lainnya.
Total terdapat empat perahu yang digunakan dalam misi tersebut, dan perjalanan tetap dilanjutkan dengan tiga perahu lainnya pasca insiden. “Karena sudah dekat lokasi tujuan, mereka tetap lanjut pelayanan di sana,” ucap Elias.
Peristiwa ini menjadi gambaran beratnya medan tugas tenaga kesehatan di wilayah pedalaman Kabupaten Malinau. Untuk menjangkau masyarakat di kecamatan seperti Bahau Hulu, para nakes harus menempuh perjalanan sungai di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Risiko seperti arus deras, banjir, kerusakan mesin, bahkan hilangnya nyawa manusia menjadi tantangan yang kerap dihadapi. Dalam beberapa insiden sebelumnya, tiga nakes dilaporkan gugur dalam perjalanan tugas.
Kondisi ini sekaligus mengingatkan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap penyediaan akses transportasi dan sarana yang lebih baik. Tujuannya agar pelayanan kesehatan bagi warga pedalaman tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan para petugas di lapangan. (Ading/sti)