Banjir Malinau Telan Korban Lagi, Dua Meninggal Dunia

  • 27 Feb 2026 09:13 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Banjir yang melanda Kecamatan Malinau Kota kembali menelan korban jiwa. Dalam dua hari terakhir, dua warga dilaporkan meninggal dunia.

Korban terbaru adalah pria berusia 40 tahun, Kristian Hebert, warga Desa Pelita Kanaan, yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis siang (26/2/2026). Korban diduga tenggelam saat memasang pukat di Sungai Sesayap yang tiba-tiba meluap.

Kapolsek Malinau Kota, IPDA Santun Siboro, menjelaskan peristiwa tersebut berkaitan dengan tingginya debit air sungai. “Kalau dilihat, memang ada hubungannya dengan banjir dan tingginya air. Dia memasang pukat di daratan yang ditanami pohon pisang, tetapi karena air sungai naik, lokasi itu ikut terendam,” ujarnya kepada RRI, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan korban terakhir terlihat saat memasang pukat pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. “Saksi melihat korban sekitar pukul lima sore memasang pukat. Besok paginya hanya ditemukan perahu dan pukatnya,” katanya.

Warga bersama keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai yang sebelumnya merupakan area kebun, namun terendam akibat luapan air. “Sebenarnya itu daratan kebun, tetapi karena air sungai naik tinggi dipasang pukat di situ,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang balita berusia dua tahun berinisial DM juga meninggal dunia akibat tenggelam di Desa Seluwing, Kecamatan Malinau Kota, Rabu (25/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WITA di RT 12, Desa Seluwing. Saat itu, genangan banjir di sekitar rumah korban diperkirakan setinggi 1,5 meter. Warga sempat memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa ke RSUD Malinau. Namun, tenaga medis memastikan korban telah meninggal dunia pada pukul 17.16 WITA.

Dua insiden tersebut menambah daftar korban jiwa akibat banjir yang melanda Malinau dalam beberapa hari terakhir. Kapolsek Malinau Kota, IPDA Santun Siboro, mengingatkan warga agar tetap siaga selama debit air masih tinggi.

“Jika ada kondisi darurat terkait banjir, segera informasikan agar bisa segera ditangani bersama pihak terkait, mohon para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak, perhatikan lansia, amankan barang berharga,” tuturnya. (Ading/sti)

Rekomendasi Berita