PPKA KAI Daop 7 Madiun Ikuti Pelatihan Demi Keselamatan
- 13 Mar 2026 07:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia di sektor operasional. Salah satunya melalui kegiatan Diklat dan Pelatihan (Diklap) Refreshing bagi Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Setempat yang digelar di Ruang Sasana Wiyata Daop 7 Madiun.
Pelatihan ini diikuti sejumlah petugas PPKA yang bertugas di wilayah kerja Daop 7 Madiun. Kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten Manager Perjalanan Kereta Api (Asmen Perka) Adi, Tim Safety Inspector Kantor Pusat Yudi, serta Kapusdal Andi Febri.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kegiatan penyegaran kompetensi ini penting untuk memastikan para petugas operasional selalu memahami perkembangan aturan serta prosedur terbaru dalam pengaturan perjalanan kereta api.
Menurutnya, PPKA merupakan salah satu posisi strategis dalam sistem operasional perkeretaapian karena bertanggung jawab mengatur pergerakan kereta di jalur rel agar perjalanan tetap aman dan lancar.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh petugas PPKA memiliki pemahaman yang kuat terhadap aturan operasional serta mampu menjalankan tugas secara disiplin dan profesional dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api," kata Tohari, Jumat (13/3/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait keselamatan operasional kereta api serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Tim Safety Inspector Kantor Pusat. Selain itu, Kapusdal juga memberikan materi mengenai penyegaran teknis pengaturan perjalanan kereta api setempat.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung dan simulasi pengaturan perjalanan kereta api. Simulasi dilakukan di wesel nomor 73 serta di ruang PPKA Daop 7 Madiun untuk memberikan pengalaman teknis kepada para peserta.
Tohari menambahkan, peningkatan kompetensi ini juga menjadi bagian dari persiapan operasional menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Pada periode tersebut, jumlah perjalanan kereta api maupun volume penumpang biasanya meningkat signifikan sehingga dibutuhkan kesiapan maksimal dari petugas operasional.
Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam sistem perkeretaapian.
"KAI akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar operasional kereta api tetap berjalan selamat, aman, dan andal bagi masyarakat," pungkasnya.