Konflik Iran-AS, Travel Pastikan Umroh Aman Dengan Penerbangan Direct

  • 06 Mar 2026 12:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh tetap tinggi meski di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Manager Marketing Tiga Cahaya Utama Travel Haji dan Umroh, Hady Miqdad Arrosyid mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan perjalanan umroh masih berlangsung aman, terutama bagi jamaah yang menggunakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi.

“Sebenarnya umroh saat ini masih aman, terutama jika menggunakan penerbangan direct yang jauh dari lokasi pangkalan militer,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa edisi Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya baru saja memberangkatkan jamaah umroh dengan rute Surabaya menuju Jeddah tanpa mengalami kendala selama perjalanan.

“Kemarin kami memberangkatkan jamaah umroh dari Surabaya ke Jeddah dan alhamdulillah tidak ada kendala apa pun,” ungkapnya.

Namun demikian, Hady menuturkan kendala berpotensi terjadi pada jamaah yang menggunakan penerbangan transit di beberapa negara Timur Tengah seperti Dubai, Qatar, Abu Dhabi, dan Oman.

“Yang terdampak biasanya penerbangan yang transit di Dubai, Qatar, Abu Dhabi, termasuk Oman,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga sempat berdampak pada jamaah yang akan kembali ke Indonesia. Sebagian jamaah yang menggunakan penerbangan transit harus mengalami penundaan kepulangan karena menunggu penyesuaian rute penerbangan baru dari Jeddah.

Untuk menghindari potensi kendala tersebut, pihak travel lebih memprioritaskan penggunaan penerbangan langsung.

“Memang secara biaya lebih mahal, tetapi lebih nyaman karena jamaah tidak perlu transit,” tegasnya.

Di tengah situasi tersebut, Hady menyebut hingga saat ini belum ada pembatalan dari jamaah yang telah mendaftar. Pihak travel terus memberikan informasi terkini agar jamaah tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Kami selalu menyampaikan bahwa sampai saat ini penerbangan direct masih aman,” ucapnya.

Ia juga memastikan kondisi di Makkah dan Madinah hingga saat ini tetap kondusif meskipun terjadi peningkatan pengamanan oleh otoritas setempat.

“Pengamanan memang lebih ketat, tetapi itu karena jumlah jamaah Ramadan sangat banyak,” katanya.

Sementara itu, keberangkatan umroh selanjutnya dijadwalkan pada 30 Maret 2026 setelah bulan Ramadan berakhir. Pihak travel juga terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.

“Kami akan terus memberikan informasi kepada jamaah agar mereka tetap tenang dan tidak termakan hoaks,” pungkasnya. (Meuthia Adzkiya)

Rekomendasi Berita