WNI di Kuwait Siaga Hadapi Eskalasi Timur Tengah, Jalur Darat Jadi Opsi Evakuasi

  • 03 Mar 2026 08:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Situasi keamanan di Kuwait City saat ini dilaporkan masih relatif aman bagi warga sipil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Meski aktivitas sehari-hari berjalan normal, Ishak Nasir selaku Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Kuwait (KKSK) dalam Dialog Interaktif Makassar menyapa pagi Via Zoom langsung dari Kuwait mengonfirmasi adanya gangguan di wilayah udara. Beberapa dentuman dan lintasan roket sempat terdeteksi melintasi langit Kuwait dalam beberapa waktu terakhir.

Dikatakan, bahwa meskipun ada serangan roket, sasaran utamanya bukanlah area pemukiman warga sipil. Target dari serangan tersebut lebih menyasar pada fasilitas militer yang berada di wilayah tersebut. Oleh karena itu, warga negara Indonesia (WNI) diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan eskalasi. “Jadi untuk saat ini bisa kami laporkan bahwa situasi khususnya di Kuwait City masih relatif aman untuk warga sipil, Namun memang ada beberapa dentuman ataupun roket yang melintas di wilayah udara daripada Kuwait, Namun sasarannya bukan kepada area warga sipil, namun terlebih kepada area fasilitas militer,” katanya kepada RRI. Selasa, 3 Maret 2026.

Lebih lanjut Ishak Nasir mengatakan Pihak KBRI telah bergerak cepat dengan menyusun rencana kontinjensi (contingency plan) sebagai langkah antisipasi darurat. Rencana ini mencakup prosedur evakuasi yang harus diikuti oleh seluruh WNI jika situasi keamanan memburuk secara signifikan. Ishak menekankan bahwa saat ini seluruh elemen warga terus memantau informasi resmi guna memastikan keselamatan bersama.

“Jadi dari KBRI sendiri sudah mengeluarkan contingency plan di mana ketika terjadi eskalasi meningkat, maka kita mengikuti arahan daripada yang ada di contingency plan dari KBRI dan KBRI sudah juga membentuk tim koordinasi wilayah dari tiap-tiap wilayah yang ada di Kuwait Sehingga ketika terjadi eskalasi, maka kita diharapkan untuk bisa mengikuti contingency plan dan menghubungi koordinasi wilayah yang ada di daerah kita untuk kemudian dievakuasi,” kata Ishak kepada RRI.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Kuwait (KKSK) mengatakan bahwa Koordinasi di lapangan juga diperkuat dengan pembentukan tim koordinasi wilayah di berbagai titik di Kuwait. KKSK sendiri telah memiliki sistem peringatan dini dan grup koordinasi yang terhubung langsung dengan pihak kedutaan. Hal ini bertujuan agar informasi mengenai titik kumpul dan instruksi evakuasi dapat tersebar dengan cepat dan akurat kepada seluruh warga.

Ditambahkan oleh Ishak Nasir, Mengenai jalur evakuasi, jalur udara kemungkinan besar tidak dapat digunakan jika keadaan darurat terjadi. Hal ini disebabkan oleh potensi penutupan bandara internasional dalam situasi konflik bersenjata. Sebagai alternatif utama, otoritas terkait telah menyiapkan skenario evakuasi melalui jalur darat bagi para warga negara Indonesia.

“Jadi sebagaimana yang dijelaskan dalam contingency plan KBRI bahwa ketika terjadi peningkatan keadaan ataupun kita harus dievakuasi, maka kita harus ataupun kita akan melewati jalur evakuasi darat Karena untuk saat ini kita ketahui bersama bahwa bandar udara ataupun evakuasi melalui udara tidak dapat dimungkinkan karena bandar udara dalam keadaan ditutup dan satu-satunya jalur akses yang bisa kita lalui nantinya adalah via darat, yang mana dalam contingency plan yang diberikan sama KBRI kita melalui darat melalui evakuasi darat menuju ke Saudi Karena di Saudi untuk di Riyadh dan Jeddah itu bandaranya masih beroperasi,” tuturnya.

Dikatakan untuk Jalur darat tersebut direncanakan akan mengarah menuju wilayah Arab Saudi, khususnya ke kota Riyadh atau Jeddah. Keputusan ini diambil karena bandara di kedua kota tersebut saat ini dinilai masih beroperasi secara normal dan stabil. Strategi ini menjadi opsi paling realistis untuk memulangkan WNI jika akses keluar dari Kuwait tertutup sepenuhnya.

Hingga saat ini, kondisi warga Indonesia, khususnya warga asal Sulawesi di Kuwait, dilaporkan dalam keadaan baik dan belum ada keluhan berarti. Ishak meminta keluarga di tanah air untuk tetap tenang sembari terus berkomunikasi dengan kerabat di sana. Pihak KKSK dan KBRI berkomitmen untuk terus bersiaga hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.

Rekomendasi Berita