Dosen Unismuh Raih Dua Penghargaan Internasional
- 14 Apr 2025 18:25 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia akademik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. A. Junaedi Karso, dosen Ilmu Pemerintahan Unismuh, berhasil meraih dua penghargaan internasional dari Universal Institute of Professional Management (UIPM), yang masing-masing akan diserahkan di Singapura dan Swiss.
Penghargaan pertama yang bertajuk UIPMSG International Excellence Entrepreneur Award 2025 dijadwalkan akan diberikan pada 18 April mendatang di Red Velvet Ballroom, Village Hotel Bugis, Singapura. Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Presiden UIPM Singapore, Prof. Dr. Relawati HMS, Junaedi dinyatakan layak menerima penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam bidang pendidikan dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan serta inovasi akademik.
Tak berhenti di situ, Junaedi kembali mendapat kehormatan ketika diundang dalam forum internasional bertajuk The Universal Declaration of Humankind Rights: More Relevant Than Ever, yang berlangsung di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Palais des Nations, Jenewa, Swiss, pada 13 Mei 2025. Di acara tersebut, ia dianugerahi Diplomatic Certificate oleh UIPM USA.
Penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden UIPM USA, Prof. Dr. Jasbir Singh, serta Patron UIPM di PBB, Prof. Dr. Ram Krishna. Dalam sertifikat tersebut disebutkan bahwa A. Junaedi Karso dinilai konsisten mengadvokasi nilai keadilan, kemanusiaan, serta diplomasi global melalui pendekatan akademik dan kebijakan publik.
“Saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan semata untuk pribadi saya, melainkan untuk seluruh sivitas akademika Unismuh, dan untuk Indonesia yang selalu saya bawa dalam ruang-ruang dialog global,” ujar Junaedi dari Jenewa (14/4/2025).
Lahir di Indramayu, 20 September 1975, Junaedi telah mencatatkan banyak prestasi selama berkarier di dunia akademik. Sejak tahun 2012, ia menjadi dosen tetap pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Unismuh, dan merupakan satu dari lima orang yang lolos dari 200 pelamar.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah penerbitan 25 buku dengan judul berbeda yang seluruhnya telah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain itu, ia juga aktif menulis puluhan artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional serta mengikuti berbagai pelatihan profesional, termasuk program sertifikasi di bidang pengadaan dan kontrak hukum berskala internasional.(RRI Rahmadhani)