Banjir Tahunan Ancam Warga Bantaran Sungai Maros
- 15 Feb 2026 14:11 WIB
- Makassar
RRI.CO.iD, Maros - Warga Lingkungan Pangkajene, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, kembali mengeluhkan dampak banjir yang rutin merendam permukiman mereka setiap musim hujan. Permukiman yang berada di bantaran Sungai Maros ini mengalami luapan air sungai yang mengancam rumah dan aktivitas sehari-hari warga.
Menurut keterangan warga setempat, banjir terjadi hampir setiap tahun karena belum adanya tanggul atau struktur penahan air di sepanjang bantaran sungai. Akibatnya, saat curah hujan tinggi, air sungai dengan cepat naik dan merendam rumah-rumah serta jalan di lingkungan tersebut.
“Saat hujan deras turun, air sungai langsung naik ke pemukiman. Rumah kami terancam, kadang sampai masuk ke dalam rumah,” kata Longki, warga yang tinggal dekat bantaran sungai, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan banjir tidak hanya sekadar genangan, tetapi sampai mengganggu aktivitas keluarga dan akses keluar masuk warga.
Hal senada juga disampaikan oleh Badriah, seorang ibu rumah tangga yang sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah tersebut. Ia mengaku keluarganya terpaksa bertahan di dalam rumah saat banjir terjadi, menunggu air segera surut sebelum bisa beraktivitas seperti biasa.
“Banjir terjadi hampir setiap tahun sejak saya tinggal di sini. Kalau sudah naik, kami tidak bisa berbuat banyak, hanya berharap cepat surut,” ujar Badriah.
Warga lingkungan Pangkajene mengatakan bahwa selama ini mereka hanya mengandalkan gotong royong membersihkan saluran air dan memindahkan barang ke tempat lebih tinggi ketika musim hujan tiba. Namun langkah-langkah sementara itu dianggap tidak cukup untuk menghadapi dampak banjir yang sifatnya tahunan dan semakin mengancam keselamatan serta kenyamanan hidup mereka.
Permintaan warga kini tertuju pada pemerintah daerah Kabupaten Maros untuk segera mengambil langkah konkret membangun tanggul penahan air di sepanjang bantaran Sungai Maros. Mereka berharap infrastruktur tersebut dapat meminimalkan luapan air saat hujan, sehingga permukiman tidak lagi terendam dan ancaman banjir bisa diatasi secara permanen.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait jadwal pembangunan tanggul atau program mitigasi banjir untuk kawasan bantaran Sungai Maros di Kelurahan Pallantikang. Namun warga tetap menunggu perhatian segera demi keselamatan dan kelancaran aktivitas di lingkungan mereka.