Dinkes Magetan Pantau 10 Suspek Campak di 8 Kecamatan

  • 12 Mar 2026 01:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat 10 orang yang terindikasi suspek campak pada awal 2026. Kasus ini tersebar di 8 kecamatan dan saat ini dipantau ketat oleh Puskesmas setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantyo, mengatakan meski kasus positif belum ditemukan, masyarakat tetap perlu waspada.

“Di Magetan sendiri hingga saat ini belum ada kasus positif campak, tetapi ada 10 suspek dari berbagai kelompok usia,” ujar Suwantyo, Rabu (11/3/2026).

Suwantyo menjelaskan sampel darah dari para suspek telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk memastikan penyebab gejala yang dialami. Ia menekankan campak bukan penyakit sepele karena dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia atau radang otak, terutama pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.

“Untuk tahun 2025, kami mencatat 43 suspek, dan 3 orang positif campak. Karena kasus kembali muncul, kami akan masifkan sosialisasi melalui flayer dan imbauan penerapan pola hidup bersih dan sehat,” tambah Suwantyo.

Ia juga menyinggung adanya sebagian masyarakat yang menolak imunisasi campak karena alasan kepercayaan atau ketakutan yang tidak berdasar. Petugas di lapangan akan terus melakukan sosialisasi dan screening untuk deteksi dini, terutama menjelang Idulfitri yang berpotensi mempercepat penularan virus yang menyebar lewat udara.

“Ada yang menolak, tapi tidak banyak. Momentum lebaran banyak orang berkumpul, jadi jika merasakan batuk, pilek, atau gejala mirip campak, sebaiknya segera periksa ke pelayanan kesehatan terdekat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Magetan mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan, dan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi untuk mencegah penyebaran campak di daerah ini.

Rekomendasi Berita