Petugas Temukan Pedagang Ciki Ngebul saat Sidak Takjil Ramadan di Bantaran Madiun
- 10 Mar 2026 13:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Petugas dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur menemukan pedagang Ciki Ngebul atau Cikibul yang menggunakan nitrogen cair atau dry ice pada takjil saat sidak di kawasan Bantaran Kota Madiun, Senin 9 Maret 2026. Dry ice tersebut dapat memberikan efek ‘ngebul’ atau asap pada makanan.
Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan dry ice atau nitrogen cair yang sempat menjadi sorotan pada tahun 2024. Menurutnya, pemerintah juga telah menerbitkan surat edaran yang melarang konsumsi makanan dengan efek ngebul tersebut.
“Sesungguhnya yang namanya ciki ngebul itu sudah tidak boleh dikonsumsi karena memang ciki ngebul itu ngebulnya itu kan dari nitrogen cair yang tidak diperuntukkan untuk konsumsi langsung ke manusia dan bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Apalagi kalau masuk ke organ dalam. Organ pencernaannya kita yang lebih rawan seperti itu,” jelasnya.
Yenni mengungkap temuan adanya penggunaan nitrogen cair atau dry ice untuk takjil pada sidak ini akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes PPKB Kota Madiun, Retno Dwi Wahyuni menyampaikan pedagang yang menggunakan bahan dry ice untuk takjil diketahui bukan berasal dari Kota Madiun. Meski demikian, pihaknya tetap akan menindaklanjuti hasil temuan sidak melalui pembinaan serta koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang memiliki kewenangan penindakan.
“Ini menjadi masukan. Jadi nanti kita akan melakukan pembinaan. Tadi sudah juga minta sudah minta nomor HP pedagangnya. Nanti kami coba besok ke sini lagi dengan OPD terkait yang mempunyai kewenangan untuk menindak,” ujar Retno.
Retno juga mengimbau pedagang untuk menjaga sanitasi dan higienitas makanan. Menurutnya keamanan pangan tidak hanya dilihat dari tampilan makanan, tetapi juga dari proses produksi, penggunaan bahan tambahan pangan yang aman, kebersihan peralatan, hingga cara pengolahan dan penyajian makanan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mudah tertarik pada tampilan makanan yang mencolok dan lebih waspada saat memilih takjil yang akan dikonsumsi.