Dinkes Jatim Sidak Takjil: 10 Sampel Diuji Keamanan Pangan di Madiun

  • 10 Mar 2026 13:35 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur melakukan sidak takjil di kawasan Bantaran Kota Madiun, Senin 9 Maret 2026. Dinkes Jatim melakukan kegiatan ini bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun. Kegiatan dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama Ramadan.

Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty menjelaskan kegiatan pemeriksaan takjil merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan pangan selama Ramadan.

Saat sidak, petugas mengambil sejumlah sampel takjil dari pedagang untuk diuji kandungan bahan kimia serta kemungkinan cemaran mikrobiologi. Terdapat sepuluh sampel makanan dan minuman dari berbagai jenis usaha yang diambil di lokasi pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, enam sampel diuji secara kimia menggunakan metode pemeriksaan cepat sehingga hasilnya dapat diketahui langsung di lapangan.

“Dari 10 sampel itu ada enam sampel yang kami periksa secara kimia. Jadi pemeriksaannya bisa langsung keluar hasilnya. Alhamdulillah semuanya negatif,” jelas Yenni.

Sementara itu, sampel lainnya masih diuji secara mikrobiologi di laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya bakteri seperti E. coli. Yenni menyampaikan pengujian ini membutuhkan waktu karena harus melalui proses perkembangbiakan bakteri sebelum hasilnya dapat diketahui.

“Kemungkinan hasilnya akan keluar besok, tapi kami berharap semua hasil pemeriksaan sampel takjil pada sore hari ini hasilnya negatif semua, tidak ada yang positif,” lanjutnya.

Yenni menambahkan pemeriksaan yang dilakukan di lapangan merupakan pemeriksaan cepat atau skrining awal. Apabila ditemukan indikasi tertentu, sampel akan diperiksa kembali di laboratorium yang terakreditasi untuk memastikan hasil pengujian.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh makanan berbuka puasa yang aman. Selain itu, pelaku usaha jadi semakin memperhatikan penggunaan bahan pangan yang layak konsumsi.

Rekomendasi Berita