Kemenbud RI: Promosi Kebudayaan Harus Libatkan Banyak Sektor
- 10 Feb 2026 14:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Pacitan - Staf Khusus Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Basuki Teguh Yuwono berpendapat bahwa promosi kebudayaan harus melibatkan banyak sektor. Ia mencontohkan, promosi kebudayaan bisa melalui pameran dan publikasi yang melibatkan media.
Basuki menerangkan, media yang dimaksud di antaranya adalah radio, TV, bahkan media sosial. Menurutnya, setiap media yang digunakan tergantung dengan target sasaran yang dituju.
“Saya kira penting ya, bahwa promosi kebudayaan itu harus melibatkan banyak sektor,” tegas Basuki. “Di sisi lain, semua aspek yang ada itu, baik yang kaitannya dengan pameran, publikasi ilmu pengetahuan, dan sebagainya, bisa melalui semua media,” lanjutnya.
Basuki menilai, seluruh media tersebut dapat menunjukkan sisi kreatif. “Ini adalah sesuatu yang saya kita sangat kreatif ya, buat generasi kita. (Bagaimana cara) menyikapi dan mendudukkan sebuah kebudayaan itu secara proporsional, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” imbuhnya.
Basuki juga menyoroti para generasi muda yang saat ini cenderung menggunakan pendekatan digital, karena lebih mudah diakses. Namun yang paling penting adalah peran aktif pemerintah dalam promosi kebudayaan.
“Tapi yang perlu digaris-bawahi adalah peran aktif pemerintah daerah ya, khususnya kalau kegiatan ini adalah Kabupaten Pacitan,” kata Basuki. “Pak Bupati memiliki satu komitmen bagaimana menumbuh-kembangkan pemajuan kebudayaan,” tandasnya.
Selain itu, Basuki juga mengapresiasi pameran kebudayaan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam rangka perayaan Hari Jadi Pacitan yang ke-281. Menurutnya, hal tersebut merupakan upaya mendorong kemajuan kebudayaan secara universal.