Sejak Dikukuhkan UNESCO, Budaya Keris Terus Berkembang
- 04 Feb 2026 15:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Pacitan - Staf Khusus Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Basuki Teguh Yuwono menilai, kebudayaan keris semakin berkembang. Menurutnya, perkembangan itu terlihat sejak keris dikukuhkan oleh UNESCO pada tahun 2005.
Basuki menyatakan, hingga saat ini, terdapat ratusan paguyuban pengrajin keris yang berkembang di bawah Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI). “Pengrajin pembuat keris dengan berbagai kualitasnya, empu-empu yang ada, baik di Madura sebagai pusatnya, (kemudian) di Solo, Jogja, Malang, dan berbagai tempat lain, sekarangnya jumlahnya sudah ratusan,” ungkapnya saat ditemui usai pembukaan Pameran Budaya "Luwung" di Pacitan, hari Rabu, 4 Februari 2026.
Selain itu, terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkerisan, yang membuktikan adanya standardisasi pengrajin keris. Basuki menilai, lembaga tersebut merupakan peran dari komunitas, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan.
“Tentunya, Kementerian Kebudayaan terus berperan aktif dalam mendorong pemajuan kebudayaan, khususnya bidang keris. Jadi, saat ini, saya garis bawahi ya, budaya perkerisan tidak mengalami penurunan, justru makin tumbuh,” pungkasnya.
Meski begitu, Basuki mengakui, hal ini belum merata di Indonesia. Oleh sebab itu, Kementerian Kebudayaan RI berupaya merangkul semua pihak untuk mengembangkan budaya perkerisan. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya perkerisan dengan baik.