19 Februari Hari Antropologi Sedunia
- 14 Feb 2026 09:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Hari Antropologi Sedunia adalah jatuh pada Kamis ketiga bulan Februari. Tahun ini jatuh pada tanggal 19 Februari. Hari ini dikhususkan untuk merayakan bidang ilmu ini dan berbagi informasi tentang antropologi kepada publik.
Antropologi dapat dijelaskan sebagai studi ilmiah tentang kemanusiaan. Bidang ini mencakup perilaku manusia, biologi, dan bagaimana masyarakat manusia berfungsi. Antropologi mempertimbangkan informasi masa lalu dan masa kini serta berupaya untuk mengeksplorasi masa depan.
Antropologi membantu menjelaskan asal usul manusia dan apa yang membuat kita unik sebagai spesies. Antropologi membantu kita memahami bagaimana dunia kita bekerja, mengapa kita berperilaku seperti itu, dan bagaimana kita memengaruhi lingkungan kita.
Dilansir oleh National Today, The American Anthropological Assosiation ( AAA ), Asosiasi Antropologi Amerika memulai Hari Antropologi Sedunia pada tahun 2015. Awalnya disebut Hari Antropologi Nasional, tetapi diubah pada tahun 2016. Hari Antropologi Sedunia tampak lebih tepat karena antropologi sangat penting bagi seluruh dunia dan bukan hanya satu negara.
Antropologi mempelajari asal usul dan perkembangan budaya serta masyarakat manusia. Bidang ini meneliti karakteristik komunitas masa lalu dan masa kini menggunakan berbagai metode ilmiah. Studi budaya menunjukkan perilaku yang dipelajari suatu bangsa, sistem kepercayaan mereka, institusi, bahasa, dan struktur sosial.
Bidang ini menyelidiki bagaimana berbagai orang di dunia hidup dari waktu ke waktu. Studi ini dituntut untuk menyajikan subjek manusia dengan cara yang jelas dan tidak bias.
Untuk mencapai hal ini, subjek biasanya diamati di lingkungan lokal mereka. Para antropolog kemudian menggunakan proses etnografi untuk menggambarkan kebiasaan dan interaksi lokal. Berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari subjek mereka memungkinkan para antropolog untuk mengamati dan menjelaskan tujuan sebenarnya dari budaya, institusi, dan praktik masyarakat. Ini adalah proses antropologi yang disebut observasi partisipan.
Untuk memastikan mereka tidak bias, para antropolog harus menilai interpretasi mereka terhadap budaya dan masyarakat yang mereka pelajari. Ini untuk menghindari etnosentrisme. Etnosentrisme adalah pandangan bias bahwa semua kelompok lebih rendah daripada kelompok lain, biasanya kelompok sosial atau budaya pribadi mereka. Tujuan seorang antropolog adalah untuk menggambarkan masyarakat dan budayanya dalam istilah masyarakat setempat.