Hurikan Melissa, Badai dengan Kecepatan Angin 300 Km/jam
- 29 Okt 2025 20:52 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Kingston: Rekaman video terbaru yang memperlihatkan kecepatan angin diatas 100 kilometer perjam yang melanda Jamaika, sungguh mencengangkan.
Video itu sendiri telah mencapai lebih dari 25 juta tontotan sejak di upload ke akun TikTok, sejak dua hari yang lalu.
Angin mengeluarkan desiran keras, menerbangkan rumah, bangunan, dan menumbangkan pepohonan daerah yang terkena dampak, terutama wilayah kota Kingston, Ibukota Jamaika.
"Hurricane Melissa Cat 5 Kingston Jamaica with wind speed of 140 mph", sebut Organisasi Meteorologi Dunia, yang artinya Badai Melissa Cat 5 Kingston Jamaika dengan kecepatan angin 140 mph.
Bahkan Organisasi Meteorologi Dunia menjuluki Badai Melissa sebagai "Badai Abad Ini". Tidak hanya itu, badai tersebut masuk ke kategori empat, dan dapat membawa hembusan angin hingga kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam.
"Akan butuh waktu cukup lama sebelum kita benar-benar memahami seberapa parah kerusakan yang disebabkan sistem ini", kata ahli meteorologi ABC, Nate Byrne.
Menurut laporannya hampir semua pelanggan listrik Jamaica Public Service (JPS) kehilangan sambungan listrik mereka.
Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness telah menyatakan negara itu sebagai "daerah bencana."
MENGENAL BADAI MELISSA
Dikutip dari berbagai sumber bahwa, Hurikan Melissa atau Badai Melissa adalah siklon tropis yang aktif, bergerak lambat, dan sangat kuat di Laut Karibia. Kecepatan angin maksimum 185 mph atau setara 295 km/jam.
Badai Melissa saat ini mengancam negara-negara di Antilles Besar, terutama Jamaika, Kuba tenggara, Haiti dan Republik Dominika. Badai ketiga belas yang diberi nama, badai kelima, dan badai besar keempat, serta badai Kategori-5 ketiga pada musim badai Atlantik 2025.
Melissa terbentuk dari gelombang tropis yang pertama kali dipantau perkembangannya pada 16 Oktober 2025. Gelombang tersebut berasal dari Afrika Barat, bergerak dari Atlantik tengah ke Kepulauan Windward, dan kemudian bergerak cepat ke barat menuju Laut Karibia. Di mana, ia melambat dan berkembang menjadi Badai Tropis Melissa pada 21 Oktober.
Arus pengarah yang lemah dan geseran angin sedang membuat Melissa berkelok-kelok dan tidak teratur selama beberapa hari berikutnya saat perlahan bergerak ke barat laut. Akhirnya, Melissa menjadi lebih terorganisir, dan dari 25 hingga 27 Oktober, dengan cepat menguat menjadi badai Kategori 5.