BMKG: Waspada Cuaca NTT Tiga Harian
- 13 Mar 2026 11:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 13 hingga 15 Maret 2026. Peringatan ini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
“Pada Jumat, 13 Maret 2026, status waspada hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, TTS, TTU serta sejumlah wilayah di Pulau Sumba seperti Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya,” kata Kepala Stasiun Meteorologi, Sti Nenot’ek di Kupang, Jumat, 13 Maret 2026.
Sti menambahkan pada Sabtu, 14 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut di sejumlah daerah di NTT. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu serta wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Barat.
“Sementara pada Minggu, 15 Maret 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Sabu Raijua dan Rote Ndao serta wilayah Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Sumba Barat,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Sabu Raijua selama periode 13 hingga 15 Maret 2026. Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat terutama yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan.
“Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional, yakni menguatnya Monsun Asia serta aktivitas gelombang atmosfer yang berdampak pada peningkatan potensi pembentukan awan hujan di wilayah NTT,” terang Sti.
Selain itu, terdapat sistem tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara yang memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT.
“Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai peningkatan kecepatan angin,” ujarnya.
BMKG juga mencatat kelembapan udara pada lapisan cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 90 persen. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang.