Tiang Telkom Lintas Desa Wanokasa Resahkan Warga Setempat

  • 12 Mar 2026 05:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Keresahan melanda warga Desa Wanno Kasa, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, setelah insiden jatuhnya tiang Telkom yang menyebabkan seorang ibu rumah tangga meninggal dunia pada bulan Februari lalu. Peristiwa tragis tersebut diduga terjadi akibat tiang yang ditanam tidak cukup dalam sehingga mudah roboh saat terkena angin kencang.

Beberapa warga yang ditemui saat melintas di wilayah tersebut Rabu, 11 Maret 2026 mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi sejumlah tiang Telkom yang berdiri di sepanjang jalan desa. Menurut keterangan masyarakat salah satu warga desa wanokasa berinisial (SL), tiang-tiang tersebut hanya ditanam dengan kedalaman sekitar 20 hingga 30 sentimeter dan terkesan dipasang secara asal tanpa memperhatikan standar keamanan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu pada musim hujan saat ini memperparah kekhawatiran warga. Angin kencang yang kerap terjadi membuat sejumlah tiang Telkom terlihat miring dan berpotensi tumbang. Infrastruktur jaringan tersebut diketahui disalurkan dari Kabupaten Sumba Barat Daya, sementara pelaksana pemasangannya diduga merupakan vendor yang tidak bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sejak kejadian yang menewaskan seorang ibu muda berusia sekitar 20 tahun itu, rasa takut semakin dirasakan warga ketika melintasi jalur tersebut. Korban diketahui baru menikah dan memiliki satu orang anak. Jalur yang dipasangi tiang Telkom itu merupakan ruas jalan tengah yang menghubungkan Kecamatan Tanarighu dengan Kota Waikabubak.

Akibatnya, warga merasa khawatir saat harus melintasi jalan tersebut, baik untuk pergi ke kebun maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pemasangan tiang Telkom agar tidak membahayakan keselamatan masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak Telkom dilaporkan telah mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa. Dalam kunjungan itu, perusahaan juga menyerahkan santunan duka sebesar Rp30 juta kepada keluarga yang ditinggalkan, sebagaimana disampaikan oleh masyarakat setempat. Namun demikian, warga tetap berharap adanya langkah perbaikan menyeluruh terhadap kondisi tiang-tiang yang dikeluhkan. (Jl)

Video

Rekomendasi Berita