Peneliti Identifikasi Temuan 51 Spesies Baru Sepanjang 2025

  • 10 Feb 2026 17:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, kupang - Jakarta - Sepanjang tahun 2025, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mencatatkan kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan melalui penemuan 51 spesies baru di Indonesia. Seluruh temuan tersebut telah melewati proses tinjauan sejawat dalam jurnal ilmiah internasional, sebagaimana yang diinformasikan melalui Siaran Pers BRIN Nomor 6/SP/HM/BKPUK/II/2026.

Fenomena ini kembali membuktikan besarnya potensi biodiversitas Indonesia yang belum sepenuhnya terpetakan. Secara terperinci, 51 spesies baru tersebut diklasifikasikan ke dalam 32 spesies fauna, 16 spesies flora, dan 3 spesies mikroba.

Sebaran lokasi penemuan didominasi oleh wilayah domestik dengan total 49 spesies asal Indonesia, sedangkan sisanya merupakan hasil identifikasi satu spesies mikroalga di Kaledonia Baru serta satu spesies krustasea dari perairan Vietnam. Rincian temuan fauna ini mencakup berbagai ordo, mulai dari enam spesies kumbang, lima jenis ikan, serta kelompok amfibi dan reptil seperti empat katak, tiga cicak, tiga bangkong, dan satu bunglon Kumbakarna (Aphaniotis kumbakarna).

Selain itu, terdapat identifikasi dua spesies tikus, dua ikan cupang, satu isopod, serta penamaan spesies khusus seperti cacing nematoda Arso (Kalubustrongylus arsoensis), kadal Jakob Oetama (Dibamus oetamai), kepiting Maluku (Tmethypocoelis malukensis), kupu-kupu Jasmin (Deramas jasmine), dan keong Batubacan (Diancta batubacan). Seluruh spesimen tersebut dikumpulkan dari sebaran wilayah yang luas, mencakup pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Kelompok flora juga memberikan kontribusi signifikan dengan penemuan 16 spesies baru melalui riset PRBE-BRIN. Secara mendetail, sembilan di antaranya merupakan spesies talas, diikuti oleh tiga spesies anggrek dan dua spesies begonia. Melengkapi rangkaian temuan tersebut, para peneliti juga berhasil mengidentifikasi masing-masing satu spesies baru dari keluarga jambu dan ruruhi.

Mengutip Siaran Pers BRIN yang dirilis pada Senin (2/2/2026), Arif Nurkanto menekankan bahwa penemuan puluhan spesies flora, fauna, dan mikroba sepanjang tahun 2025 merupakan pembuka cakrawala terhadap krusialnya riset serta ekspedisi berkelanjutan. Pencapaian ini tidak sekadar menambah daftar pustaka pengetahuan, tetapi juga menggarisbawahi urgensi perlindungan ekosistem yang komprehensif di tengah berbagai tantangan lingkungan global

"Di tengah laju kepunahan yang terus berpacu dengan waktu, penemuan ilmiah menjadi harapan agar kekayaan alam tidak hilang sebelum sempat dikenal," tegasnya. (AK)

Rekomendasi Berita