Brigpol Wihelmina Manafe Polwan NTT Pertama Misi PBB

  • 25 Feb 2026 15:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si menghadirkan kejutan istimewa bagi Brigpol Wihelmina Kristanti Manafe yang tengah menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui sambungan Zoom dari lokasi penugasannya, Selasa 24 Februari 2026, di Mapolda NTT.

Brigpol Wihelmina tampak terkejut saat Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si memanggil seseorang untuk berdiri di tengah Aula Mapolda NTT. Sosok itu adalah ayah kandungnya yang sengaja dihadirkan untuk menyapa putrinya secara langsung.

Brigpol Wihelmina Kristanti Manafe dikenal sebagai Polwan pertama Polda NTT yang lolos seleksi dan tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) untuk misi perdamaian di Sudan, Afrika, selama 14 bulan.

Perempuan yang memulai kariernya di Korps Bhayangkara sejak 2014 itu, saat pertama kali berangkat misi masih berpangkat Briptu dan bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda NTT. Ia harus menjalani tujuh bulan latihan pra-penugasan di Jakarta dengan intensitas tinggi.

Brigpol Wihelmina Kristanti Manafe mengatkan latihan itu benar-benar digenjot supaya siap fisik, mental dan knowledge tentang misi. Butuh effort yang kuat.

“Tantangan terberat selama bertugas di wilayah konflik adalah rasa rindu keluarga dan adaptasi di lingkungan baru yang penuh keterbatasan. Namun dengan optimisme dan kemauan kuat, ia mampu menyelesaikan misi hingga kembali ke Indonesia dengan baik,” ujarnya.

Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal baginya untuk mengikuti seleksi Individual Police Officer (IPO) pada 2023. Ia kembali lulus dan pada Desember 2024 diberangkatkan dalam misi PBB di Cyprus selama 18 bulan. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Juni 2026.

“Kalau FPU bergerak dalam ikatan pasukan dan semua difasilitasi kontingen. Sementara IPO bekerja sendiri. Tempat tinggal, kendaraan, makan minum, semuanya diurus sendiri,” tuturnya.

Meski kondisi misi kedua lebih stabil, ia mengaku rasa rindu keluarga tetap menjadi tantangan terbesar. Untuk mengatasinya, ia rutin melakukan panggilan video dengan keluarga di NTT.(VFZ)

Rekomendasi Berita