Hari Pendidikan Internasional 2026 Soroti Peran Pemuda

  • 21 Jan 2026 19:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang -Hari Pendidikan Internasional 2026 akan diperingati pada 24 Januari mendatang dengan mengangkat tema "The Power of Youth in Co-Creating Education" atau kekuatan generasi muda dalam membentuk pendidikan. Tema ini menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam merancang sistem pendidikan yang lebih inklusif dan relevan. Pemilihan tema ini menandai pergeseran paradigma dalam melihat posisi generasi muda, dari objek pendidikan menjadi subjek yang turut menentukan arah kebijakan dan inovasi di sektor pendidikan global.

UNESCO menyebutkan, suara dan aspirasi generasi muda perlu didengar dalam pengambilan kebijakan pendidikan, terutama di tengah tantangan global seperti kesenjangan akses, kualitas pembelajaran, dan perubahan teknologi. Organisasi dunia ini menekankan bahwa pemuda memiliki perspektif unik mengenai kebutuhan pendidikan kontemporer, mulai dari integrasi teknologi digital hingga pengembangan keterampilan abad ke-21. Partisipasi aktif mereka dalam forum-forum kebijakan dapat menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan sesuai dengan realitas yang dihadapi generasi masa kini.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia dan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, keterlibatan generasi muda menjadi kunci untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Melalui momentum Hari Pendidikan Internasional 2026, masyarakat dunia diajak untuk bersama-sama mendukung partisipasi aktif pemuda demi masa depan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas. Pemerintah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta didorong untuk membuka ruang dialog yang lebih luas bagi generasi muda dalam proses perencanaan dan evaluasi kebijakan pendidikan.

Dengan memberikan platform yang tepat, mendengarkan aspirasi mereka, dan mengintegrasikan ide-ide inovatif yang mereka tawarkan, dunia dapat menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya relevan untuk hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan dengan lebih baik.(TT)

Rekomendasi Berita