Makna dan Jejak Sejarah Hari Perempuan Internasional

  • 08 Mar 2026 20:45 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Setiap tanggal 8 Maret, masyarakat dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai momentum untuk menghargai perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan hak di berbagai bidang kehidupan. Peringatan ini lahir dari perjalanan panjang gerakan perempuan yang memperjuangkan keadilan sosial sejak awal abad ke-20.

Dilansir dari Britannica, cikal bakal Hari Perempuan Internasional bermula pada tahun 1909 ketika Partai Sosialis Amerika mengadakan peringatan Hari Perempuan Nasional untuk pertama kalinya. Peringatan tersebut terus berlangsung hingga tahun 1913 dan kemudian menginspirasi berbagai negara untuk mengadakan peringatan serupa.

Pada tahun 1910, gagasan untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai agenda internasional muncul dalam Kongres Sosialis Internasional. Beberapa negara Eropa seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss menjadi pelopor dalam merayakan hari tersebut secara bersama-sama.

Penetapan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional berkaitan dengan peristiwa penting yang terjadi di Petrograd, Rusia, pada tahun 1917. Saat itu, perempuan melakukan aksi mogok kerja untuk memprotes kelangkaan bahan pangan serta kondisi kehidupan yang sulit. Gerakan tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu terjadinya Revolusi Rusia yang berujung pada runtuhnya kekuasaan Tsar Nicholas II.

Seiring berjalannya waktu, peringatan Hari Perempuan Internasional berkembang menjadi kampanye global yang menyoroti berbagai isu terkait hak perempuan, kesetaraan gender, serta upaya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Pada tahun 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional, sekaligus menegaskan pentingnya perjuangan perempuan di tingkat dunia.

Rekomendasi Berita