Update Harga Bahan Pokok Pasar Tradisional Kota Kendari
- 20 Feb 2026 11:03 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Kendari mulai menjadi perhatian masyarakat seiring dengan meningkatnya permintaan pada pertengahan bulan Ramadan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Jum'at 20 Februari 2026 ini, ketersediaan stok pangan terpantau masih aman, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga akibat pengaruh distribusi dan cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dikutip dari data resmi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) melalui laman resmi Kemendag RI pada 19 Februari, harga rata-rata nasional untuk minyak goreng curah berada di angka Rp16.200 per liter, sementara beras medium stabil di kisaran Rp13.500 per kilogram. Untuk wilayah Kendari, koordinasi antar instansi terus diperkuat guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan yang dapat membebani daya beli masyarakat di tengah menjalankan ibadah puasa.
Dilansir dari laporan harga harian Dinas Perdagangan dan Koperasi Kota Kendari per hari ini, komoditas cabai rawit mengalami kenaikan tipis menjadi Rp45.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp42.000. Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Samsul Bahri (Rilis Pers 18 Februari), kenaikan ini bersifat situasional karena adanya kendala pasokan dari petani lokal akibat curah hujan yang tinggi di beberapa daerah sentra produksi, namun diprediksi akan kembali normal dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan informasi dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra melalui publikasi Bank Indonesia, harga daging sapi segar di Pasar Basah Mandonga masih bertahan di harga Rp140.000 per kilogram. Angka ini dinilai masih dalam batas wajar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, berkat keberhasilan satgas pangan dalam memitigasi adanya penimbunan stok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut pengamat ekonomi Universitas Halu Oleo, Dr. Syarifuddin dalam kolom Kompas.id, stabilitas harga pangan selama Ramadan sangat bergantung pada kelancaran rantai distribusi logistik antar pulau. Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah melakukan sidak pasar secara berkala guna menjamin transparansi harga serta memberikan rasa aman bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga tanpa rasa khawatir akan kelangkaan barang.
Pemerintah Kota Kendari mengimbau warga untuk tetap tenang dan melakukan pembelian kebutuhan pokok secara bijak atau sesuai keperluan. Dengan sinergi yang baik antara pedagang, pemerintah, dan masyarakat, stabilitas ekonomi daerah diharapkan dapat terus terjaga sehingga seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh ketenangan dan kenyamanan.