Pemkab Kediri Gelar Skrining Penyakit TBC

  • 28 Jan 2024 21:37 WIB
  •  Kediri

KBRN . Kediri : Untuk menekan penularan Tuberkolusis (TBC), Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten kediri menggelar kegiatan Monev Tuberkolusis (TBC) dan Skrining Penyakit Paru, salah satunya di Balai Desa Karangrejo, Kec. Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kegiatan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka menekan angka kasus TBC di Kabupaten Kediri. Selain itu, kegiatan skrining ini juga merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri melalui misi dari Kemenkes yaitu Tahun 2030 Indonesia bebas Tuberkolusis (TBC).

"Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Januari hingga 7 Februari 2024 di semua wilayah yang berada di Kabupaten Kediri, mulai dari 26 Kecamatan dan 37 puskesmas," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3K) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono Putro.

Diketahui, Tuberkolusis sendiri merupakan penyakit yang umumnya menyerang paru-paru. Gejala umumnya biasa ditandai dengan batuk, demam, maupun penurunan berat badan. Pengobatan pada penyakit ini pun biasanya melibatkan antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Tuberkulosis ini sendiri juga masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Maka dengan hal tersebut, Pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, termasuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan untuk menekan angka TBC.

Di samping itu, penekanan angka kasus TBC juga menjadi misi khusus Kemenkes untuk menekan angka penyebaran TBC dengan memberi skrining dan obat untuk penderita TBC di Indoensia.

Dalam hal ini, Dinas Kesehatan juga secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi penyebaran penyakit yang menyerang paru-paru tersebut.

Edukasi maupun skrining yang dilakukan ini juga ditujukan untuk menghapus stigma terhadap penderita TBC, agar mereka termotivasi untuk berobat tanpa adanya rasa takut maupun diskriminasi. (AK)

Rekomendasi Berita