Bulog Kediri Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Surplus

  • 11 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Mendekati momentum Lebaran 1447 H, Perum Bulog Cabang Kediri memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng di wilayahnya surplus. "Saat ini stok beras kami berada di posisi 70.000 ton. Adapun volume tersebut bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sampai 23 bulan ke depan," kata Pemimpin Bulog Cabang Kediri, Harisun, saat ditemui di Kantor Bulog Kediri, Rabu, 11 Maret 2026.

Harisun merinci, ketersediaan tersebut juga dipastikan akan bertambah seiring dengan upaya Bulog kediri dalam memperluas penyerapan gabah milik petani. "Kami terus melakukan penyerapan gabah dari petani dan itu dinilai dengan ketentuan Rp 6.500 per kg sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah petani," kata Harisun.

Ia menyebutkan, mengenai penyimpanan beras yang di bawah naungan Bulog Kediri pada saat ini berada di empat gudang. Masing-masing satu gudang di wilayah Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, sedangkan dua gudang lainnya berada di Kabupaten Nganjuk.

Selain beras, Harisun meyakini, untuk pasokan minyak goreng jenis Minyakita di wilayahnya tersedia sebanyak 100.000 liter. Besaran ini dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan mendatang.

"Kami jamin untuk kebutuhan bahan pangan masyarakat selama lebaran hingga pasca lebaran, untuk beras dan minyak goreng semuanya aman," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya Harisun, dalam menjaga stabilitas harga maka Bulog Cabang Kediri terus meningkatkan kerjasama dengan sejumlah pihak. Misalnya menjalin sinergitas bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di area Kabupaten/Kota Kediri dan Nganjuk.

"Kami optimistis dengan upaya ini maka masyarakat bisa merayakan momentum Idul Fitri dengan tenang dan tidak perlu melakukan belanja berlebihan. Sebab, semua komunitas pangan yang kami distribusikan dijual dengan harga terjangkau dan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) pemerintah," katanya.

Terlebih pada sekarang ini, Bulog Kediri juga menerapkan mekanisme distribusi bahan pokok, termasuk halnya minyak goreng. Hal ini dilakukan, melalui sejumlah pasar yang masuk dalam pemantauan pemerintah dengan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Hingga sekarang, kami telah menyalurkan sekitar 50 karton minyak goreng untuk setiap KDMP, yang sudah bekerjasama dengan Bulog dan itu dijual dengan harga di bawah HET. Ke depan jika temukan praktik pembelian melalui pihak kedua atau ketiga yang berpotensi menaikkan harga, maka Bulog tidak akan segan memberikan sanksi tegas," katanya.

Rekomendasi Berita