Fakultas Keperawatan UNAIR Melawat Ke Brunei Darussalam

  • 17 Agt 2025 06:44 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan lawatan dan pengabdian kepada masyarakat lansia di WARGAMAS (Warga Emas), negara Brunei Darussalam. Kunjungan atau lawatan juga dalam rangka internasionalisasi fakultas dengan pertukaran dosen dan mahasiswa yang telah rutin dilaksanakann setiap tahun.

Hal itu disampaikan Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si. sebagai Ketua Delegasi Fakultas Keperawatan UNAIR kepada RRI via telepon, Sabtu malam (16/8/2025).

”Tiap tahun dilaksanakan tukar menukar mahasiswa dan dosen, Dosen UNAIR juga ngajar disana dan dari sana juga ngajar disini, mahasiswanya juga begitu,” ujarnya.

Tim delegasi yang melakukan lawatan ke Brunei Darussalam yaitu Dr. Joni Haryanto, S.Kp., M.Si. sebagai ketua delegasi bersama Dr. Sriyono. S.Kep Ns., M.Kep. Sp. KMB, dan Dr. Abu Bakar, S.Kep Ns. M.Kep Sp.KMB serta bersama Mahasiswa Fakultas Keperawatan Maria Effi dan Talitha Salsabilla.

“Lanjut usia 60 tahun keatas di Brunei Darussalam membentuk perkumpulan yang bernama WARGAMAS sebuah NGO. Mereka beraktivitas secara mandiri dengan membuat kreativitas luar biasa, seperti Khataman Al Qur'an, Hadroh, Pengajian, rekreasi ke Malaysia, Surabaya, Jakarta dan lainnya serta sharing pengalaman kemampuan, mendirikan UMKM,” imbuhnya.

Sebagai Dosen Keperawatan Lansia Dr. Joni Haryanto dalam lawatan menyampaikan meteri tentang Surat At Tin yang menjelaskan tentang manusia adalah ciptaan yang sesempurna mungkin dan manusia sangat lemah (tua dan pikun). Hal itu terjadi karena aktivitas manusia itu sendiri dan kecuali bagi yang beriman.

“Maka perlulah disampaikan kepada semua manusia untuk tetap menjaga keimanan dan tidak boleh makan makanan yang haram dan tidak toyib (baik) serta berolahraga lah walaupun usia sudah senja karena aktivitas fisik akan mengeluarkan energi dan lemak tubuh, menjaga massa otot, oksigen otak terpenuhi sehingga mengurangi resiko demensia. Senam aerobik ringan diperlukan untuk Lansia, karena senam aerobik ringan ini bisa meningkatkan endorohin dan enkephalin sebagai opiad tubuh yang membantu menimbulkan rasa nyaman, senang dan bahagia,” kata Joni.

Senam aerobik ringan dapat membantu meningkatkan kadar serotonin yang digunakan awalan tidur, yaitu mengantuk. Lansia sebaiknya tidur malam pukul 21.00 WIB, karena dalam tidur malam hormon otak melatonin akan diproduksi sebagai scavenger radikal bebas dalam tubuh.

Melatonin juga mampu memproteksi DNA (Dioxiribo Nucleat Acit) manusia agar tidak mudah terkena mutasi oleh berbagai virus yang masuk. Dr. Joni Haryanto juga menyarankan agar Lansia tetap produktif secara ekonomi dengan sekemampuannya.

“Lansia juga menyempatkan melakukan permainan (Game) yang disaat kecil ia sukai. Hal ini sesuai dengan teori Remini science dapat menghambat kepikunan dan mempertahankan tingkat kognitif lansia,” ucapnya.


Rekomendasi Berita