Jelang Mudik, BPBD Jember Ingatkan Jalur Rawan Bencana
- 13 Mar 2026 06:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan selama arus mudik Lebaran.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan pemetaan kerawanan itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi, sebagai langkah antisipasi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, meski wilayah Jember mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau, potensi bencana tetap perlu diantisipasi.
“Pada masa pancaroba justru sering terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Kondisi ini bisa memicu tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia mencontohkan kejadian beberapa waktu lalu di wilayah Wuluhan, Ambulu, dan Kencong yang dilanda angin kencang. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 51 pohon tumbang, 14 gudang roboh, serta 12 rumah warga terdampak.
BPBD mencatat sejumlah jalur yang perlu mendapat perhatian khusus saat arus mudik. Salah satunya jalur Gumitir, yang dikenal rawan tanah longsor dan pohon tumbang, karena berada di kawasan pegunungan dengan kontur jalan berkelok.
“Selain itu, potensi genangan air saat hujan deras juga dapat terjadi di jalur Rambipuji, Bangsalsari, dan Tanggul, yang kerap memicu kemacetan lalu lintas,” kata Edy.
Sementara di wilayah Arjasa dan Jelbuk, ancaman yang sering muncul adalah pohon tumbang akibat angin kencang yang dapat menutup badan jalan.
Adapun di kawasan perkotaan, potensi banjir biasanya terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat sampah. Sehingga air meluap ke jalan saat hujan turun.
“Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, BPBD menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bersifat mobile dan melakukan patroli di sejumlah titik rawan bencana,” ujarnya.
Bahkan patroli juga dilakukan di kawasan wisata pesisir seperti Pantai Watu Ulo, Papuma, hingga Puger, yang diperkirakan akan ramai dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran.
Selain menyiapkan personel, BPBD juga memastikan berbagai peralatan penanganan bencana telah disiagakan, seperti alat berat dan gergaji mesin untuk menangani pohon tumbang.
Edy menambahkan, penanganan bencana selama arus mudik dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi, termasuk kepolisian, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta dinas terkait lainnya.
“Semua pihak saat ini dalam kondisi siaga. Jika terjadi sesuatu di lapangan, kita bisa segera bergerak melakukan penanganan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur rawan bencana.
Pengendara diminta tidak terburu-buru di jalan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan saat melintas di daerah yang berpotensi longsor maupun saat hujan.
Selain itu masyarakat juga disarankan untuk memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan.
“Jika menemukan potensi bahaya di perjalanan, masyarakat diharapkan segera melapor ke petugas di pos pengamanan terdekat agar dapat segera ditangani,” ujarnya.