Jelang Mudik, BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang saat Pancaroba
- 13 Mar 2026 06:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang masih berpeluang terjadi di Jember.
Kondisi tersebut diperkirakan muncul seiring masuknya masa pancaroba atau peralihan, dari musim hujan menuju musim kemarau. Hal itu disampaikan Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Adi.
Ia mengatakan cuaca di Jember dalam beberapa hari ke depan umumnya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi hujan yang semakin menurun.
Menurutnya, penurunan intensitas hujan terjadi karena wilayah Jember mulai memasuki fase peralihan musim pada pertengahan hingga akhir Maret.
“Secara umum cuaca akan lebih cerah dan potensi hujan relatif kecil. Namun pada masa pancaroba ini, masyarakat tetap waspada hujan masih bisa terjadi secara tiba-tiba,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Adi menjelaskan, hujan yang terjadi pada masa pancaroba biasanya berdurasi singkat. Namun, bisa turun dengan intensitas cukup deras dan disertai angin kencang.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap berhati-hati, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.
“Yang perlu diwaspadai pada masa pancaroba adalah frekuensi angin kencang yang cenderung lebih sering terjadi,” katanya.
Selain di daratan, kondisi cuaca di wilayah pesisir selatan Jember juga diperkirakan bersifat fluktuatif. Meski potensi hujan menurun, kecepatan angin dapat memengaruhi kondisi gelombang laut.
Untuk itu, BMKG mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai agar tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
Sementara nelayan juga diminta memperhatikan perkembangan kecepatan angin sebelum melaut, karena dapat memicu perubahan tinggi gelombang.
Terkait aktivitas penerbangan, Adi menyebut kecepatan angin yang terpantau di sekitar wilayah Bandara Jember saat ini masih berada di bawah 20 knot. Sehingga masih tergolong aman bagi pesawat jenis ATR untuk beroperasi.
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan bahwa kondisi angin dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pemantauan cuaca akan terus dilakukan secara berkala.
“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Termasuk aplikasi Info BMKG, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran,” kata dia.
Sementara itu, awal musim kemarau di wilayah Jember diperkirakan terjadi secara bertahap. Wilayah Jember bagian selatan diperkirakan lebih dulu memasuki musim kemarau pada awal hingga pertengahan April.
Sedangkan wilayah Kota Jember dan bagian utara diperkirakan menyusul pada pertengahan hingga akhir April.
“Adapun daerah di sekitar lereng Pegunungan Argopuro, seperti Panti dan Bangsalsari, diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada awal Mei,” tambahnya.