Ratusan Personel Siap Amankan Lebaran di Jember
- 12 Mar 2026 20:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Sebanyak 522 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri, melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kabupaten Jember.
Operasi tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan di Alun-Alun Jember, Kamis (12/3/2026). Apel dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait bersama unsur TNI dan Polri.
Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah, dalam mengamankan aktivitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran.
Fawait mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.
Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk memastikan ketersediaan energi selama masa mudik dan libur Lebaran.
Ia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jember dalam kondisi aman hingga setelah Lebaran. Begitu juga dengan ketersediaan LPG yang dipastikan aman.
“Pasokan gas LPG juga dipastikan tersedia, karena kuotanya telah ditambah melalui koordinasi dengan pihak terkait,” tambahnya.
Selain sektor energi, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah lokasi yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Salah satunya di kawasan wisata.
Fawait menyebutkan kunjungan wisatawan diprediksi meningkat selama libur Lebaran, terutama setelah pengelolaan kawasan wisata Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo digabungkan.
Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, mengatakan Operasi Ketupat Semeru akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan personel dari berbagai instansi.
Dari total 522 personel yang diterjunkan, sebanyak 250 personel berasal dari kepolisian. Sedangkan sisanya merupakan personel gabungan dari TNI dan instansi terkait.
“Petugas akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan titik strategis, termasuk jalur utama lalu lintas serta kawasan wisata yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran,” kata dia.
Kepolisian juga mengantisipasi potensi kemacetan di beberapa titik rawan, seperti Simpang Empat Mangli, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, serta kawasan sekitar Universitas Jember.
“Beberapa titik itu kerap terjadi kepadatan, ramai aktivitas masyarakat, khususnya pada sore hari,” kata dia.