Operasi SAR Dihentikan, Dua Mayat Telah Ditemukan
- 12 Mar 2026 20:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pelaksanaan Operasi SAR Gabungan resmi ditutup setelah menemukan mayat Jelani (53) di hari keempat pencarian, pada Kamis (12/3/2026).
Jaelani, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, dikabarkan hanyut terseret arus banjir pada Sabtu (7/3/2026). Saat itu, Jaelani sedang beraktivitas di sawah, dekat sungai.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto mengatakan, mayat Jelani ditemukan di Sungai Basean Jatibanteng sekitar pukul 10:41 Wib.
"Mayatnya ditemukan di aliran Sungai Basean, Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Petugas mencium bau busuk dan ternyata, mayat Jelani ditemukan dengan posisi tengkurap," ujar Timbul Surjanto.
Kata Timbul Surjanto, pihak keluarga Jelani meyakini bahwa mayat itu adalah Jelani yang hilang terseret arus banjir. Pihak keluarga menerima dengan lapang dada musibah itu.
"Pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan bahwa merek menerima mayat Jelani, murni karena musibah," ucapnya.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah menemukan mayat Tohari (44) warga Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, yang juga hilang karena terseret banjir bandang.
Mayat Tohari ditemukan pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 17:30 Wib di pinggir aliran sungai Lubawang Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki, Situbondo.
Diinformasikan RRI sebelumnya, dua warga Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo, yakni Tohari dan Jelani, hilang, diduga terseret arus sungai saat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) lalu.