Nyepi, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup
- 10 Mar 2026 04:23 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk akan dihentikan sementara dalam rangka menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali. Penghentian operasional dilakukan mulai Selasa, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB di Pelabuhan Ketapang hingga Kamis, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB. Sementara di Pelabuhan Gilimanuk penutupan dimulai Rabu, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA hingga Kamis, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Kebijakan tersebut merupakan penyesuaian operasional yang dilakukan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan pengaturan ini juga berkaitan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
“Pengaturan dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode pergerakan masyarakat yang tinggi,” ujar dala rilis yang diterima RRI.CO.ID.
Untuk mengantisipasi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas. Di antaranya dengan mengoptimalkan Dermaga MB dan LCM serta menerapkan delaying system melalui titik buffer zone di sejumlah jalur menuju pelabuhan.
Selain itu, diterapkan pula geofencing dengan radius sekitar 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk guna mengatur pergerakan kendaraan menuju area pelabuhan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan optimal sebelum dan setelah penutupan sementara tersebut.
“Kami memastikan kesiapan operasional agar layanan penyeberangan tetap aman dan lancar, terutama menghadapi potensi lonjakan penumpang menjelang dan setelah Nyepi,” ujar Heru, Senin 9 Maret 2026.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 menjadi 32 unit untuk memperkuat kapasitas layanan selama periode trafik tinggi.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengimbau masyarakat yang akan menyeberang melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk agar merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy.
“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan di pelabuhan berjalan lancar,” ujar Windy.