Pembangunan Bandara KASA Libatkan Ratusan Masyarakat Lokal

  • 14 Feb 2026 18:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Pembangunan Bandara KHR As'ad Syamsul Arifin (KASA) oleh Kementerian Pertahanan di kawasan Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mempekerjakan sebanyak 250 orang yang merupakan warga setempat.

Landasan pacu atau runway Bandara Militer KASA mulai dibangun pada awal Desember 2025 dan melibatkan masyarakat lokal atau yang tinggal di sekitar bandara. Hal ini membuktikan komitmen Kementerian Pertahanan dalam memberdayakan masyarakat lokal.

"Komitmen kami sejak awal adalah melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan Bandara KASA. Kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat menjadi penyedia material seperti material tanah uruk, agregat atau base corse, batu belah, dan lainnya," ujar Pelaksana proyek pembangunan landasan pacu dari PT Naurah Dinamika Nusantara, Ade Advertino, Sabtu (14/2/2026).

Ade Advertino menjelaskan terkait alasan penolakan material base corse dari penyedia lokal. Katanya, base corse merupakan material krusial dalam konstruksi landasan pacu sehingga harus benar-benar sesuai spesifikasi.

"Base core yang ditolak itu karena bercampur lumpur dan ukurannya tidak sesuai. Artinya tidak sesuai spesifikasi," bebernya.

Ade menegaskan bahwa untuk material pembangunan konstruksi landasan pacu bandara harus sesuai spesifikasi yang telah ditentukan, karena kalau tidak sesuai bisa berisiko retak, menjadi tempat genangan air karena bergelombang, bahkan amblas.

"Apabila terjadi demikian, maka harus dilakukan pembongkaran landasan pacu dan pekerjaan dimulai dari awal lagi, tentunya sangat berbahaya untuk keselamatan dunia penerbangan baik saat landing maupun saat take off," ungkapnya.

Kata Ade Advertino, PT Naurah Dinamika Nusantara bekerja sesuai target waktu yang sudah ditentukan dan mempertanggungjawabkan kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan pertanggungjawaban secara moril kepada masyarakat Situbondo.

"Tanggung jawab kami sangat besar, jadi kami harus bekerja profesional. Dalam waktu dekat, kami akan menambah tenaga kerja sebanyak 200-250 orang supaya bandara selesai tepat waktu," katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita