Situbondo Jadi Pusat Latihan Militer Skala Internasional

  • 13 Nov 2025 07:34 WIB
  •  Jember

KBRN, Situbondo: Kabupaten Situbondo, Jawa Timur merupakan lokasi strategis yang dipilih oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia, untuk menjadi pusat kegiatan latihan militer skala internasional.

Direktur Fasilitas dan Jasa Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan, Kemenhan, Brigjen TNI Dwi Hariyono mengaku, berdasarkan hasil kajian dari beberapa daerah, Situbondo yang terpilih.

"Situbondo merupakan titik strategis untuk pertahanan negara. Kami sudah melakukan kajian di beberapa daerah, namun Situbondo yang terpilih," ucap Dwi Hariyono, Rabu (12/11/2025).

Kemenhan mulai bulan ini akan membangun fasilitas militer tiga matra. Salah satu yang akan dibangun tahap awal adalah pusat latihan tiga matra di Banongan, Kecamatan Asembagus.

"Kami akan membangun banyak prasarana di sini ya. Karena ini kan pusat latihan militer tiga matra yang meliputi TNI AD, AL dan AU," bebernya.

Sebagai kompensasi terhadap Pemkab Situbondo yang telah menghibahkan lahan perkebunan Banongan seluas 306 hektare, Kemenhan memberikan 348 hektare lahan Perhutani di Wisata Bahari Pasir Putih.

"Masih sedang kami proses ya. Tapi yang pasti sebagai kompensasinya kami berikan lahan seluas 348 hektare yang berada di kawasan wisata Pasir Putih," ujarnya.

Dwi Hariyono memastikan, pusat latihan militer tiga matra di Banongan Situbondo ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Situbondo, karena akan ada interaksi sosial ekonomi yang menjanjikan.

"Ini akan memberi dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat Situbondo. Kami punya komitmen untuk melibatkan masyarakat Situbondo dalam membangun pusat latihan militer," bebernya.

Dampak sosial enonomi juga sangat bagus. Banyak sekali alut sista yang secara tidak langsung akan menimbulkan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar.

"Saya yakinkan bahwa ini akan menjadi multinasional, tidak hanya lokal. Mungkin ini bisa menjadi centra gratify atau pusat gravitasinya Situbondo. Edukasi ketahanan negara, momentum bela negara masyarakat, kemanunggalan dan macam macam lah, yang penting banyak dampak positif," ungkapnya.

Rekomendasi Berita