Mahasiswi Unmuh Jember Analisis Aplikasi Ke Konferensi Internasional
- 05 Agt 2025 22:24 WIB
- Jember
KBRN,Jember: Lima mahasiswi lintas program studi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mempresentasikan hasil penelitian kritis terhadap aplikasi pemantau udara Nafas dalam bentuk poster ilmiah berjudul "Techno-Optimism in Air Pollution Visualization: A Critical Analysis of the Nafas Application."
Kegiatan ini berlangsung pada Senin dan Selasa tanggal 4–5 Agustus 2025 di Konferensi internasional The 11th Theory and Technique International Aerosol Conference diselenggarakan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi.
Lima mahasiswa tersebur adalah Putri Suci Fitriani, Dwi Vebby Ria Yuswantini, Aryanti Nafasatuz Zukhli, Mazdalifah Hanuranda, dan Tiara Aprilia Hapsari Pratikno Putri, di bawah bimbingan Dwimay Fawzy, S.I.Kom., M.Hsc.
*Karya ini menyoroti bagaimana aplikasi Nafas platform pemantau kualitas udara di Indonesia—membangun narasi optimisme teknologi (techno-optimism) dalam menanggapi isu polusi udara" ujar Dwimay Selasa (5/8/2025).
Partisipasi ini merupakan bagian dari KKN Internasional Kolaboratif Se-PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah), untuk memperluas pengalaman akademik, sosial, dan kultural mahasiswa Muhammadiyah di tingkat global.
Melalui pendekatan multimodal critical discourse analysis, para mahasiswa mengkaji elemen visual dan tekstual aplikasi Nafas, yang dinilai menampilkan narasi techno-optimism dan cenderung mengalihkan isu struktural polusi udara kepada tanggung jawab individu. Hasil analisis menunjukkan bahwa udara bersih dikonstruksikan sebagai komoditas, serta ada kecenderungan komersialisasi isu lingkungan.
Secara visual, aplikasi ini menampilkan peta kualitas udara secara mencolok di tengah layar dengan warna-warna mencolok dan angka real-time yang membangun kesan urgensi. Ini memperkuat persepsi bahwa teknologi adalah alat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk merespons risiko lingkungan.
Namun di balik narasi ini, terselip kecenderungan untuk mengalihkan perhatian dari akar struktural persoalan polusi udara—seperti kebijakan publik dan tanggung jawab industri dan justru mengarahkan tanggung jawab tersebut kepada individu.
Analisis ini juga mengungkap bagaimana udara bersih dikonstruksikan sebagai sebuah layanan atau komoditas yang dapat diperoleh secara privat, memperlihatkan kecenderungan komersialisasi isu lingkungan.
Contoh konkret terlihat dalam gambar seorang pelari yang sedang beraktivitas di tengah kabut asap dengan tajuk “Your morning run is making you sick.” Visual ini tidak hanya menimbulkan rasa urgensi, tetapi juga memperkuat wacana bahwa permasalahan polusi adalah sesuatu yang harus diatasi sendiri oleh pengguna melalui teknologi.
Partisipasi dalam konferensi ini menjadi bukti komitmen Unmuh Jember dalam mendukung Dikti Saintek Berdampak, sekaligus langkah konkret dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.