PBB Tetapkan 22 Mei untuk Keanekaragaman Hayati

  • 22 Mei 2025 09:10 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Hari Keanekaragaman Hayati Dunia diperingati setiap tanggal 22 Mei untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia dan planet ini. Penetapan tanggal ini merujuk pada adopsi Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity/CBD) pada 22 Mei 1992 di Nairobi, Kenya, yang kemudian diresmikan dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro pada tahun yang sama. Konvensi ini menjadi tonggak penting dalam upaya internasional untuk melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Dilansir dari www.detik.com, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati awalnya ditetapkan pada 29 Desember, bertepatan dengan tanggal berlakunya Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1993. Namun, pada tahun 2000, Majelis Umum PBB memutuskan untuk memindahkan peringatan ini ke tanggal 22 Mei agar lebih relevan dengan momen adopsi konvensi tersebut dan menghindari tumpang tindih dengan liburan akhir tahun.

Setiap tahun, peringatan ini mengusung tema berbeda untuk menyoroti berbagai aspek keanekaragaman hayati. Pada tahun 2025, tema yang diangkat adalah "Harmony with Nature and Sustainable Development" (Harmoni dengan Alam dan Pembangunan Berkelanjutan). Tema ini menekankan pentingnya integrasi antara pelestarian keanekaragaman hayati dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, serta mendorong implementasi Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal.

Keanekaragaman hayati memiliki peran vital dalam mendukung kehidupan manusia. Lebih dari 80% makanan manusia berasal dari tumbuhan, dan sekitar 3 miliar orang mengandalkan ikan sebagai sumber utama protein hewani. Selain itu, sekitar 80% populasi di negara berkembang menggunakan obat tradisional berbasis tanaman untuk perawatan kesehatan dasar. Namun, aktivitas manusia seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim telah menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati secara signifikan.

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dunia menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta berperan aktif dalam melestarikan keanekaragaman hayati. Melalui edukasi, kebijakan yang berpihak pada lingkungan, dan tindakan nyata di lapangan, diharapkan upaya pelestarian ini dapat memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita