Hayao Miyazaki Menanggapi Tren Gambar AI Bergaya Ghibli
- 28 Mar 2025 02:35 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh tren pembuatan gambar bergaya Studio Ghibli menggunakan kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini memicu berbagai reaksi, terutama pandangan kritis pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, terhadap teknologi AI dalam seni.
Hayao Miyazaki, dikenal sebagai sosok yang vokal menentang penggunaan AI dalam proses kreatif. Dalam film dokumenter Never-Ending Man: Hayao Miyazaki (2016), Miyazaki menyaksikan demonstrasi animasi yang dihasilkan oleh AI.
Menanggapi hal tersebut, ia dengan tegas menyatakan ketidaksukaannya.
"Saya benar-benar muak, saya merasa bahwa ini merupakan penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri," ujarnya.
Baca Juga : Fitur AI ChatGPT Viral, Picu Tren dan Kontroversi.
Hingga saat ini, Studio Ghibli belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tren pembuatan gambar bergaya Ghibli menggunakan AI. Namun, mengingat Miyazaki menentang penggunaan AI dalam seni, banyak pihak menduga bahwa studio tersebut tidak mendukung tren ini.
Tren ini semakin mendapat sorotan. Terlebih setelah OpenAI merilis fitur baru, yang memungkinkan pengguna membuat gambar dengan gaya Studio Ghibli.
Fitur ini memicu perdebatan mengenai hak cipta. Selain itu juga tentang etika alam penggunaan AI untuk meniru gaya seni yang sudah ada.
Melansir dari Business Insider, OpenAI menanggapinya dengan memperbarui kebijakannya membatasi pembuatan gambar, dalam gaya artis tertentu. Hal ini termasuk gaya Studio Ghibli, demi menghormati karya asli dan mempertimbangkan implikasi etisnya.
Meskipun teknologi AI menawarkan berbagai kemungkinan baru dalam seni, penting mempertimbangkan etika dan menghormati pandangan para seniman asli. Pandangan kritis Hayao Miyazaki dalam seni menjadi pengingat, kreativitas manusia memiliki nilai yang unik dan tak tergantikan.