Program Cetak Sawah Rakyat Batang Hari Capai 92 Persen dari Target
- 12 Mar 2026 13:21 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Batang Hari terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, realisasi program tersebut telah mencapai sekitar 92 persen dari total target lahan yang direncanakan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Bambang Satyono, mengatakan program CSR tahun 2026 merupakan kelanjutan dari kegiatan cetak sawah yang telah dimulai pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan penyambungan dari kegiatan cetak sawah yang dilaksanakan pada 2025 dan kembali dilanjutkan pada tahun ini melalui mekanisme adendum.
“CSR atau cetak sawah rakyat ini kita menyambung dari kegiatan tahun 2025, kemudian dilakukan adendum dan dilanjutkan pada 2026. Untuk tahun ini realisasinya sudah mencapai sekitar 92 persen, dan ini berdasarkan update terakhir per 9 Maret,” kata Bambang, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari total target lahan seluas 602,28 hektare, hingga saat ini sebanyak 565,65 hektare telah selesai direalisasikan.
“Dari total 602,28 hektare, saat ini yang sudah terealisasi dan selesai sekitar 565,65 hektare. Jadi masih ada sekitar 36,63 hektare lagi yang sedang dalam proses,” ujarnya.
Bambang menambahkan, pengerjaan sisa lahan tersebut saat ini berada di wilayah Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
“Untuk sisa 36,63 hektare itu saat ini sedang berproses di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, dan diberikan batas waktu penyelesaian hingga 31 Maret,” katanya.
Ia mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menerima pembaruan data terbaru terkait perkembangan tambahan luasan lahan setelah laporan terakhir pada 9 Maret. Meski demikian, progres pekerjaan diperkirakan terus mengalami peningkatan.
Program cetak sawah rakyat tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari. Namun, Kecamatan Bajubang tidak termasuk dalam lokasi pelaksanaan program karena kondisi jenis tanah yang dinilai berbeda dengan wilayah lainnya.
“Untuk penyebarannya hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari, kecuali di Kecamatan Bajubang karena kondisi dan jenis tanahnya memang berbeda dengan wilayah lain,” tuturnya.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap produktivitas tanaman padi di Batang Hari dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya dengan program ini produktivitas tanaman padi bisa meningkat dan ke depan dapat mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 200,” tutupnya.