Kebakaran Konveksi di Tambora Hanguskan 29 Rumah Warga
- 13 Mar 2026 17:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran yang melanda sebuah gedung konveksi empat lantai di Jalan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat, 13 Maret 2026 dini hari, membuat 29 rumah hangus terbakar.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Suheri mengatakan kobaran api yang besar membuat struktur bangunan konveksi tidak mampu menahan panas hingga akhirnya runtuh.
Akibatnya, runtuhan bangunan tersebut memicu api merambat ke permukiman padat penduduk di sekitarnya.
“Gedung konveksi awalnya terbakar, kemudian bangunan runtuh dan api menyambar rumah warga di sekitarnya. Total ada 29 rumah warga yang terdampak,” kata Suheri saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menjelaskan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 40 x 25 meter atau sekitar 1.000 meter persegi.
Suheri menambahkan, banyaknya material bangunan yang tertimbun serta masih menyimpan bara membuat proses penanganan kebakaran masih terus dilakukan hingga Jumat siang.
“Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, petugas kembali melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” tuturnya.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 58 kepala keluarga (KK) atau 213 jiwa warga di sekitar lokasi terdampak kebakaran. Rinciannya, di RT 10 terdapat 32 KK dengan 134 jiwa, sedangkan di RT 11 terdapat 26 KK dengan 79 jiwa.
Saat ini, sebanyak 62 warga terpaksa mengungsi sementara di Musholla Darul Jamaah RT 01 RW 11, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran dilaporkan terjadi di sebuah bangunan konveksi empat lantai di Jalan Tanah Sereal 13, RT 11/RW 09, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Suheri menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi pada dini hari.
“Warga yang sedang bermain karambol melihat karyawan konveksi berlarian keluar bangunan dan meminta pertolongan karena api membakar mesin konveksi di lantai satu,” kata Suheri.
Warga dan karyawan sempat mencoba memadamkan api secara mandiri. Namun upaya tersebut gagal karena api cepat membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan.
Api kemudian merambat ke lantai atas melalui jalur distribusi kain antar lantai hingga akhirnya membakar sebagian besar bangunan.
“Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan sebanyak 31 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 155 personel,” kata Suheri.
“Setelah berjibaku selama sekitar enam jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 08.42 WIB,” tandasnya.